Archive for Desember, 2007
Keakuan saya
Saya suka menulis siapa saya. Tentang saya dan keakuan saya. Bukan hal-hal yang bagus dan narsis memang.
Dengan harapan bisa untuk pembelajaran menuju kedewasaan dan kematangan berfikir dan bertindak.
Semakin mencari ke dalam, semakin banyak kebusukan yang saya temukan.
Itu bagus menurut saya, membuat saya sadar kalau saya belumlah sebaik yang saya inginkan.
Akhirnya saya malu tentang kesombongan saya ke teman-teman saya sendiri.
Payjo yang selalu memaksa diri untuk menjadi orang yang dianggap penting oleh mereka. Memaksakan diri untuk menjadi yang paling pintar, paling mendominasi.
Satu hal yang sangat ingin saya ingin rubah adalah kecongkakan mulut saya. Saya bermulut besar, asal jeplak.
Entah berapa kali saya tidak bisa belajar dari umpatan kemarahan dan makian orang yang tersinggung oleh kata-kata saya. Itu menunjukkan betapa busuknya saya.
Tapi nikmatnya suatu proses kan itu, mengambil sesuatu lewat pengalaman.
Pembelajaran ini bakal memakan waktu seumur hidup, saya tahu. Maka, saya bakal menikmati proses panjang ini.
ps: makasih buat Mbak Tika, mengajarkan saya bagaimana menulis itu.
ps: menutup 2007, Kisamaun kehilangan satu lagi putra terbaiknya.
11 comments Desember 31, 2007
Ngupil itu budaya
Menyambut header baru. Karena ngiri sama header barunya si teru teru bozu yang belum di launching.
Oleh karena itu, mari budayakan ngupil!. *huuuuuuu
.
.
Kan ngupil bagian dari kebersihan, bagian dari iman?*plak, ditabok*
.
.
Daripada mabuk-mabukan tho?*Byuuur, diguyur bengsin*
.
.
Ya kalo ga mau, anggap aja ini budaya pop. Kayak emo-emo itu lho!
.
*Aaarghhhh…panasss. Siapa yang bakar ‘buntut’ sayaaaa!*
.
ps: Akhir tahun yang peri hepi ending . Punya pacar baru, header baru, dan umur baru!!
35 comments Desember 29, 2007
Bukan salah saya kan?
Bukan salah saya kalo saya dilahirkan sebagai anak kampung dekil.
Muka terperangah terpesona ketika melihat mobil banyak di jalan-jalan kota.
Bukan salah saya punya muka Indonesia, kulit coklat gigi maju ke depan.
Selalu bersembunyi dan rendah diri melihat anak dari kota.
Bukan salah saya suka dangdut, karena itu soal selera.
Toh, dangdut musik yang saya dengar sejak umur saya 3 tahun.
Bukan salah saya tidak pernah terbiasa dengan tekhnologi.
Lagipula, terjatuh karena gugup berdiri di Eskalator bukan sebuah aib bukan?
ps: Saya jatuh cinta, beneran. Rasanya? absurd.
28 comments Desember 27, 2007



