Archive for Januari, 2008
Sang kaki terpaksa berhenti
Saya terlalu keras berlari.
Membakar habis setiap kalori di dalam tubuh untuk kaki. Merebut jatah protein dan kalori organ tubuh lain. Lari saya terlalu cepat untuk dilihat apalagi untuk diikuti.
Kini jarak yang tertempuh sudah terlalu jauh, bahkan teramat sangat jauh. Tubuh saya protes karena suplai kalori mereka habis hanya untuk kaki. Mereka tidak tahu untuk apa dan akan ke mana tujuan saya. Mereka tunduk dalam kepatuhan. Kini mereka protes.
Pandangan mata mengabur sementara telinga semi tuli. Bahkan kelenjar-kelenjar sekresi tidak lagi bekerja. Tidak ada yang dibuang, semua tersedot ke kaki untuk berlari.
Kini saatnya berhenti , meluangkan sejenak waktu untuk beristirahat. Memberi waktu otak untuk memikirkan kembali arah tujuan kaki berlari. Memberi waktu paru-paru untuk menghirup nafas panjang nan pelan kembali.
Dan lihatlah, ternyata sang kaki juga sudah teramat lelah dan sakit. Telapak kakinya melepuh tersengat panas matahari dan aspal jalan. Jari-jarinya pecah-pecah dan bernanah, mengeluarkan bau busuk. Setidaknya hidung saya belum mati karena masih bisa mencium aroma.
Kini saya beristirahat, tidak lagi berlari. Mungkin sekedar jalan-jalan atau joging kecil untuk persiapan pelarian berikutnya.
ps OOT : Saya ganti theme untuk menghormati Oom Hoek. Theme yang pertama saya lihat waktu nyasar ke sana
ps OOT : Terima kasih Oom Moerz headernya.
41 comments Januari 24, 2008
Benar, ini laporan kopdar.
Saya terpana dalam diam.Terpesona.Saya asteroid mati dalam amukan perang bintang maha dahsyat. Pijar-pijar nebula berpendaran saling menyilaukan. Dan saya asteroid mati.
Saya membatu di kopdar kemarin. Saya seperti keledai di rapat para kancil. Kenapa Jo?
Ya..ya..akhirnya saya menunaikan rukun blogger yang ke-4 untuk pertama kalinya. Puas? Tentu saja puas. Bisa ketemu apa yang saya cari, makhluk-makhluk itu.
Tapi saya membatu menunggu tenggelam.
Karena saya bodoh, saya nggak tahu mereka bahas apa. Telinga saya mendengung mereka berbicara tentang jomla dimana ketika saya berusaha untuk mengerti arti kata itu, mereka melompat dengan anggun sambil bernyanyi dengan suara merdu tentang pilkada dan adsene. lalu secara beruntun indera pendengaran dan otak saya diberangus dengan kata-kata asing yang entah dari mana yang belum pernah saya dengar.
Mulut mereka secara bersahutan menyanyikan lantunan indah tentang binatang aggregator (entah binatang pemakan apa), pelanggaran hak asasi yang saya nggak ngerti, sebuah permen bermerek milis,……komunitas..bla…provokator…bla..bla..
Saya adalah ikan teri dalam petualangan hebat Sinbad di lautan. Saya adalah huruf ‘e’ dalam tulisan sebuah kata pada bungkus korek api. Ada, tapi tidak ada nilai ‘keadaan’nya.
Tulisan terkait.
Laporan Pilkada Kopdar Blogger Tangerang
Bukan Kopdar Biasa
WTC Serpong dan Kopdar Pertamaku
Liputan Kopdar Blogger Tangerang di WTC Serpong
Kopdar Bloger Tangerang
Blogger Benteng Bersatu
Untuk Sahabat
ps : Ini satir tidak?
ps : Saya masih amaze kopdar kemaren. Liat bintang-bintang (tsaaaah..!!) dan mata saya masih silau karenanya.
ps : Makasih Mbak Hanna sudah traktir, rugi nggak mesen makanan lagi buat di bawa pulang
. Bukunya juga.
ps : Buat semua yang dateng. Saya nggak nyangka. Saya deikasikan penghargaan ini untuk orang tua saya, fans-fans saya.. *ditabok*
28 comments Januari 22, 2008




