Archive for Mei, 2008

Monas

Diresmikan pada 17 Agustus tahun 1961, sudah hampir 47 tahun monumen berbentuk lingga dan yoni ini berdiri. Dengan tujuan awal agar masyarakat Indonesia selalu mengingat semangat yang berkobar dari pahlawan kebebasan.

Semangat itu berkobar mengaliri 137 m tiang yang menjulang tinggi ke atas. Menopang Api Yang Tak Pernah Padam seberat 14,5 ton. Menggugah hati setiap orang yang melihat, menyadari bahwa kita bangsa yang dipersatukan oleh takdir, takdir sebagai bangsa besar yang ingin lepas dari penjajahan.

Saya sama sekali tidak pernah mengenal lagsung satu pun pejuang kemerdekaan yang masih hidup, tapi lewat Photo Monas di buku RPUL ketika SD saya bisa melihat geliat otot leher para pejuang kemerdekaan meneriakkan “Merdeka Atau Mati” dari lekukan-lekukan Api Yang Tak Pernah Padam. Saya bisa melihat bagaimana semua rakyat Indonesia waktu itu serentak altruis. Menjunjung kepentingan bangsa dibanding kepentingan sendiri.

Tersenyum ketika tangan tersayat bayonet musuh dan darah mengalir dan berucap senyum “Darahku untuk Indonesiaku”. Bukan darah yang keluar karena bangsa sendiri, saudara sendiri. Dan apa yang sudah saya berikan buat Negara?

Saya ini manusia manja, selalu pengen dikasih. Selalu pengen di suapin. Selalu menuntut, tanpa pernah memberi. BBM naik, lalu kenapa? Toh hal yang rutin, jadi semestinya kita sudah belajar dari yang kemarin dan punya trik untuk menyiasatinya toh? Mau mengeluh karena dengan naiknya BBM semua barang menjadi mahal? Lalu kenapa dulu dengan baju karung goni dan badan kurus, mereka masih memberikan nyawa buat kemerdekaan? Akh, saya yang manja. Dan pembantah bermulut besar.

Saya ini bodoh, bukan sarjana atau insinyur walaupun banyak insinyur dan sarjana yang lebih bodoh dari saya dan tidak tahu bagaimana caranya mengurus Negara. Makanya saya titipkan Negara ini kepada orang yang mau mengurus via Pemilu. Orang yang mengemban amanah rakyat. Harapan saya tidak muluk-muluk, hanya berharap Indonesia akan terus menjadi sebuah negara. Itu saja.

Bagaimanapun keadaannya, saya cinta Indonesia. Dan sang pembantah dalam diri saya berkata :

“Lalu kamu akan diam saja melihat Indonesia yang kamu akui keadaannya begini?”

Akh saya ini cuma orang bodoh dari kampung, tapi entah kenapa saya merasa jauh sangat lebih pintar dibandingkan kaum akademik yang menuntut sesuatu dengan cara anarkis. Saya juga sebenarnya ingin Indonesia yang makmur, Indonesia yang sejahtera. Tapi dalam keadaan begini, saya tidak ingin terus mengeluh dan menambah parah keadaan. Saya lebih baik ngrasani daripada menuntut pemerintah dengan jalan barbar, melakukan anarki dengan tameng rakyat. Niatnya sudah benar, jalannya yang salah. Lebih baik diam saja.

___________________________________________________________________________________________________

“Nanti cari saja saya, Ibu Yuni. Kepala Bagian Pelayanan Umum. Nanti kamu tinggal masuk aja, nggak usah bayar. Bawa temen atau pacar juga nggak apa-apa. Asal jangan bawa massa se-RT aja”. Ucap Ibu Yuni, yang saya bantu membuat proposal pameran tentang Monas.

Sebuah ajakan yang sulit untuk saya tolak. Bagaimana Rangers, kopdar Juli nanti kita ke Monas? Bisa masuk gratis lho :mrgreen:

gambar diperoleh dari sini

10 comments Mei 30, 2008

Stella Awards

Berdasarkan situsnya, Stella Awards adalah sebuah penghargaan yang diberikan untuk gugatan paling konyol di Amerika Serikat sana. Mereka mendapat ganti rugi besar justru karena ulah dan kekonyolannya sendiri.

Dari mana nama Stella Award? Nama ini diambil dari nama seorang nenek berumur 81 tahun yang menumpahkan kopi ke dirinya sendiri di sebuah kedai McD. Stella Liebeck-nenek itu- menggugat pihak McD dan dinyatakan menang!

Sebagai contoh : Pada tahun 1997, Bob Craft dari hot Springs, Montana mengganti namanya menjadi Jack Ass. Tahun 2000 MTV memproduksi acara televisi dengan bintangnya Johnny Knoxville dan Bam Margera dengan judul Jack Ass.

Lalu si Bob yang sudah berganti nama menjadi Jack Ass ini menuntut pihak MTV sebesar $ 50.000.000 dengan tuduhan plagiat nama. Beuh!

Siapa pemenang untuk tahun 2007? Dia adalah Roy L. Pearson Jr yang menuntut sebuah perusahaan sebesar $ 65.000.000 karena sebuah dry cleaner-dalam Bahasa Indonesia berarti pembersih kering?-merusak celananya. Selengkapnya baca disini, terjemahkan sendiri.

Sementara di Indonesia kasusnya terbalik, seorang penulis justru di penjarakan oleh kejaksaan hanya karena menulis!.

11 comments Mei 23, 2008

Keputusan

Akhirnya saya memutuskan untuk berhenti menulis di blog ini. Krisis identitas yang saya rasakan karena dualisme kepribadian yang saya rasakan akhir-akhir ini membuat saya menjadi seorang munafik. Saya merasa ditikam dari belakang oleh kepribadian saya dan memunculkan kepribadian lain yang saya sendiri tidak mengenalnya.

Mungkin terdengar sangat berlebihan, tapi ini benar-benar saya rasakan membebani saya. Saya sama sekali tidak bisa menjadi diri saya sendiri apabila tetap menulis di blog ini karena imej yang kadung terbangun mengenai saya lewat blog ini.

Tapi saya tidak akan berhenti ngeblog.

Ini hanya jalan yang saya lakukan untuk benar-benar bisa lepas dari sesosok kepribadian yang saya rasakan semakin hari semakin menguasai saya. Saya ingin reinkarnasi, ingin lahir kembali.

Saya ingat sekali, 2 blog pertama yang saya tahu adalah milik Oom Yulian Firdaus ketika mencari tulisan mengenai Soe dan blog milik Mbak Tika, yang saya rasa dipertemukan karna takdir. Berawal dari sinilah, saya tertarik ngeblog. Ditambah saya berfikir bahwa lewat media inilah saya bisa merebut perhatian banyak orang yang jarang saya dapatkan lewat keluarga. Harus saya akui dalam dunia nyata saya sangat sedikit sekali diperhatikan. Seperti pernah saya tuliskan dalam sebuah postingan yang saya protect. Pemikiran yang amat salah dan dangkal yang akhirnya saya sesali.

Seperti ikan kecil yang haus perhatian, saya mencoba menyeruak ke kerumunan besar ikan-ikan besar. Mencoba menunjukkan eksistensi, ingin menunjukkan bahwa saya ada. Mungkin disinilah pangkal masalahnya. Saya berusaha keras agar seantero alam blogosphere menoleh ke saya. Tanpa tulisan yang mengombang-ambing iman dan akal pikiran saya nekad maju. Tanpa bekal kemampuan dan kepintaran yang cukup, saya nekad merebut perhatian. Lalu saya mulai menebar komen membabi buta, melancarkan aksi sok kenal ke semua bloger, menebar link kemana-mana.

Akhirnya baru saya sadari saya sudah sedemikian picik untuk merebut perhatian sampai-sampai tanpa saya sadari sifat picik itu membentuk suatu kepribadian lain yang ikut bersemayam dan meracuni pikiran saya.

Memaksa saya untuk terus membentuk dan memberi tahu lewat tulisan saya soal karakter picik terselubung saya. Dan akhirnya saya berkata cukup. Cukup sampai disini, kepribadian itu harus saya matikan.

Tapi saya akan tetap ngeblog.

*ini bukan pemberitahuan kalo saya akan beralih ke .com, .net ato apalah itu.

————————————————————————————–

Sekedar Draft yang sepertinya sayang kalo tidak di posting yang menggambarkan betapa pusingnya pikiran saya kala itu.

Tapi sekarang tidak lagi!! Saya kembali, menjadi baru. Payjo Reborn!!!!! *terengtengteng…*

*Berdiri menatap matahari terbit*

11 comments Mei 23, 2008

Previous Posts


KBBC

Bloger Rangers!

Photobucket

Saya masih perjaka!!

Mari ngeblog

Status saya

Top Posts

a

Tulisan Terakhir

Komentar Terakhir

pdabimanyu di Tangerang menyusun kata-k…
adit-nya niez di Sumpah aku sayang kamu
kang den di Dicari! Blogger Tangerang
Cerita Cerita Ku di About Payjo
nunk di About Payjo

Arsip

Daftar Blog

Feed