Archive for Juli, 2008
Kejutan makan tuan.
Pukul 13:00, 17 Juli 2008
Beib ulang tahun. Sebuah pesta kejutan kecil tentunya akan berkesan. Rencananya, saya dan teman-temannya akan menyambut dengan sebuah kue ulang tahun di tangan begitu beib kembali ke rumahnya. Strategi disusun, persekutuan di jalin. Dengan bantuan sang adik, lokasi rumah siap. Tinggal pelaksanaan.
Kue di pesan, persiapan matang.
Pukul 08:30, 18 Juli 2008
Sms masuk :
From : +6289891011**
Name : Adik Beib
“Aa Jo, besok jam berapa mau kesini?”
Setengah mengantuk, baru bangun tidur.
To : +6289992548**
Name : Beib
“Pagi. Inget, jangan bilang sama Mbak kalo Jo mau dateng!”
Kembali tidur.
.
.
3 menit kemudian
*Cek Sent item
*Cek nomer tujuan sms terakhir dikirim
To : +6289992548**
Name : Beib
“Pagi. Inget, jangan bilang sama Mbak kalo besok Jo mau dateng ya!”
Dan beib di ujung sana tertawa, sementara misi gagal
(
*Selamat Ulang Tahun Beib.
**Selamat Ulang Tahun Han.
14 comments Juli 18, 2008
Sebuah bahan kontemplasi
Hasil UAS baru saja keluar. Hasilnya, nilai IP saya 1,89. Jelek sekali, iya. Bagi seorang mahasiswa, IP adalah tolak ukur kemampuan. Tolak ukur sejauh mana dia menyerap semua materi kuliah selama satu semester. Dengan nilai IP yang saya dapat, tentu dapat diukur kemampuan saya menyerap materi kuliah. Tapi bagi saya, IP bukan berarti tingkat kecerdasan seorang mahasiswa. Tidak dapat dijadikan tolak ukur.
Tapi apapun itu, dengan hasil yang saya capai tentu saja saya kecewa. Saya kecewa dengan diri saya sendiri. Yang patut disalahkan atsa ahasil yang saya dapat, tentu saja saya sendiri. Bukan orang lain.
Ada beberapa hal yang membuat saya berfikir. Satu yang pasti, saya bebal. Karena kebebalan saya lah, saya kurang begitu serius mengikuti perkuliahan. Datang tanpa niat belajar, sekedar absen. Saya juga jumawa, karena menyadari banyak teman-teman yang mengandalkan saya untuk bertanya. Saya jadi merasa pintar, merasa tidak usah belajar. Ya..ya..pikiran yang picik sekali.
Sudah tidak ada lagi waktu untuk penyesalan. Yang sudah terjadi dijadikan pembelajaran untuk ke depan, berbuat lebih baik.
12 comments Juli 18, 2008
IPK yang membuat bangga
Brader, pastinya tidak ada seorangpun yang mau mempermalukan dirinya di depan umum. Apapun alasannya. Ada yang mau bilang secara lantang kalo situ punya kutil di nganunya? Ato ada yang mau nyukur rambut pantat sambil naik busway?
Tapi kalo cara pandang kita terhadap rasa malu itu kita ubah, lain hasilnya brader. Nggak bakal ngerasa malu, malah bisa bangga.
Paling orang lain bilang kita nggak waras, nggak punya malu.
Dengan IPK ini, akan saya arungi jagat dunia!! *Suara debur ombak memecah karang*.
*nangis dipojokkan sambil ngurek-ngurek tanah*
18 comments Juli 17, 2008




