Jidan : Siapa?

September 29, 2011 at 12:51 pm 2 komentar

Pagi itu rumput lapangan masih basah karena embun. Badan Jidan yang kecil tenggelam diantara belasan anak lainnya yang sedang berlatih bola. Tidak ada pengelompokkan usia, jadi Jidan yang masih 7 tahunbercampur baur dengan anak lain yang usianya 12 sampai dengan 16 tahunan. Nah lihat itu, Jidan kelihatan asyik dengan tali sepatunya, mungkin karena tidak ada bola yang diarahkan padanya.Mungkin dianggap anak bawang karena paling kecil. Tak lama pelatih datang, Terlambat. Jidan mencium tangannya, berharap ilmu sepakbolanya bertambah hari ini.Dalam suatu kesempatan dia pernah bilang nggak mau jadi pemain profesional karena ngeri dengan tekel yang biasa dia lihat kalau menemani saya nonton pertandingan liga Indonesia dan Inggris di televisi.

Pelatih mengarahkan anak-anak itu berlari keliling setengah lapangan untuk pemanasan, dan Jidan memimpin di depan. Larinya mantap terpompa semangat, tapi bertahan cuma 2 menit. Belum genap satu putaran dia ada di paling belakang dengan nafas berat ngos-ngosan. Baju yang dia pakai tampak kebesaran. Kaos bernomor punggung 23 milik Mesut Özil, punggawa Real Madrid. Bukan tim kesayangannya saya kira, karena dia juga mendukung MU, Manchester City dan Persib Bandung. Sekarang dia sibuk lagi dengan sepatunya. Sepatu seharga 30 ribu yang saya belikan di pasar Legok sepertinya mengganggu latihannya.

Jidan adalah adik ipar saya, adik dari istri saya. Anak bungsu ini ajaib, bin ngeselin. Ada saja tingkah dan celotehannya yang bikin orang tertawa, senyum kecut atau pengen jitak. Cerewetnya minta ampun. Saya yang suka berbaik hati memberi informasi soal apa yang sedang dia lihat, akan dibalas dengan rentetan 17 pertanyaan yang malah membuat saya kerepotan. Ketika sedang menonton pertandingan bola dan terjadi handball, maka keluar pertanyaan ngeselin seperti “kenapa handball?”, “koq nggak dikartu merah?”, “Emang kalo kartu merah buat apa aja?”, “Kalo kiper koq boleh megang, tapi koq bolanya ditendang?” dilanjutkan dengan contoh kasus yang isinya “Nih Aa, kalo misalkan ada kiper yah, terus dapet bola tuh. Tapi bolanya bukan dari temennya, terus dia pegang tuh. Terus handball ga? Dapet kartu ga tuh?” –_-‘.

Atau pagi ini ketika saya ajarkan bagaimana cara menggunakan Google untuk mencari hal yang dia suka. Saya tinggal sebentar dan ketika saya lihat hasil guglingnya menampilkaan resep makanan ketimus. Istri saya yang tertawa memberi tahu  kalau Jidan menncoba mencari tahu soal Optimus Prime dan tidak tahu bagaimana mengejanya.

Jidan akan muncul berseri di blog ini.

photo0096

Entry filed under: Jidan Diary. Tags: .

Yang tertinggal di buka bersama KBBC Rendezvous Cisadane

2 Komentar Add your own

  • 1. Alamat Palsu Yang Menyebalkan « Payjo  |  Oktober 18, 2011 pukul 10:11 am

    [...] Si Jidan… [...]

    Balas
  • 2. Kids These Day « Payjo  |  Maret 9, 2012 pukul 1:01 pm

    [...] pagi sudah jadi rutinitas saya berangkat kerja sambil mengantar Jidan, adik ipar yang ngeselin itu sekolah karena kebetulan searah. Jidan yang mulutnya meracau terus [...]

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Timeline

KBBC

Bloger Rangers!

Photobucket

Status saya

Networked Blogs

if(typeof(networkedblogs)=="undefined"){networkedblogs = {};networkedblogs.blogId=207085;networkedblogs.shortName="payjo";}

Arsip

Feeds


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 254 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: