Keputusan

Akhirnya saya memutuskan untuk berhenti menulis di blog ini. Krisis identitas yang saya rasakan karena dualisme kepribadian yang saya rasakan akhir-akhir ini membuat saya menjadi seorang munafik. Saya merasa ditikam dari belakang oleh kepribadian saya dan memunculkan kepribadian lain yang saya sendiri tidak mengenalnya.

Mungkin terdengar sangat berlebihan, tapi ini benar-benar saya rasakan membebani saya. Saya sama sekali tidak bisa menjadi diri saya sendiri apabila tetap menulis di blog ini karena imej yang kadung terbangun mengenai saya lewat blog ini.

Tapi saya tidak akan berhenti ngeblog.

Ini hanya jalan yang saya lakukan untuk benar-benar bisa lepas dari sesosok kepribadian yang saya rasakan semakin hari semakin menguasai saya. Saya ingin reinkarnasi, ingin lahir kembali.

Saya ingat sekali, 2 blog pertama yang saya tahu adalah milik Oom Yulian Firdaus ketika mencari tulisan mengenai Soe dan blog milik Mbak Tika, yang saya rasa dipertemukan karna takdir. Berawal dari sinilah, saya tertarik ngeblog. Ditambah saya berfikir bahwa lewat media inilah saya bisa merebut perhatian banyak orang yang jarang saya dapatkan lewat keluarga. Harus saya akui dalam dunia nyata saya sangat sedikit sekali diperhatikan. Seperti pernah saya tuliskan dalam sebuah postingan yang saya protect. Pemikiran yang amat salah dan dangkal yang akhirnya saya sesali.

Seperti ikan kecil yang haus perhatian, saya mencoba menyeruak ke kerumunan besar ikan-ikan besar. Mencoba menunjukkan eksistensi, ingin menunjukkan bahwa saya ada. Mungkin disinilah pangkal masalahnya. Saya berusaha keras agar seantero alam blogosphere menoleh ke saya. Tanpa tulisan yang mengombang-ambing iman dan akal pikiran saya nekad maju. Tanpa bekal kemampuan dan kepintaran yang cukup, saya nekad merebut perhatian. Lalu saya mulai menebar komen membabi buta, melancarkan aksi sok kenal ke semua bloger, menebar link kemana-mana.

Akhirnya baru saya sadari saya sudah sedemikian picik untuk merebut perhatian sampai-sampai tanpa saya sadari sifat picik itu membentuk suatu kepribadian lain yang ikut bersemayam dan meracuni pikiran saya.

Memaksa saya untuk terus membentuk dan memberi tahu lewat tulisan saya soal karakter picik terselubung saya. Dan akhirnya saya berkata cukup. Cukup sampai disini, kepribadian itu harus saya matikan.

Tapi saya akan tetap ngeblog.

*ini bukan pemberitahuan kalo saya akan beralih ke .com, .net ato apalah itu.

————————————————————————————–

Sekedar Draft yang sepertinya sayang kalo tidak di posting yang menggambarkan betapa pusingnya pikiran saya kala itu.

Tapi sekarang tidak lagi!! Saya kembali, menjadi baru. Payjo Reborn!!!!! *terengtengteng…*

*Berdiri menatap matahari terbit*

11 thoughts on “Keputusan

  1. Ade Mei 23, 2008 / 9:18 am

    mang ribet
    kalo harus jaim😀
    mungkin ini juga akibat buruk dari kopdar

  2. triyani Mei 23, 2008 / 10:07 am

    bukan gara2 di sebut ‘pak ijo’ khan Jo ?

  3. edy Mei 23, 2008 / 10:28 am

    renungan hari jumat yg baik…

  4. away Mei 23, 2008 / 11:38 am

    jangan berhenti donk Jo
    maju terus pantang mundur
    hehe

  5. away Mei 23, 2008 / 11:39 am

    Jo, link gw ganti donk🙂

  6. Riri Mei 23, 2008 / 3:07 pm

    setelah baca semuanya, Ri suka mikir klo beb ntu suka……………
    ya udahlah.
    mencari jati diri yang sesungguhnya?
    gara – gara punya banyak nama?
    Faisal, payjo???

  7. ratie Juni 6, 2008 / 4:15 pm

    Jo, saya juga pernah ada di posisi kamu. Awalnya saya ngeblog cuma buat nulis2 pusi. Lama-lama saya beneran tertarik dengan dunia blog dan mulai ikut2 nebar komen plus link dimana-mana. Ga lama, orang2 pun berdatangan. Saya pun mulai jumawa. Merasa ada yang menanggapi. Lama kelamaan tujuan ngeblog saya berubah. Dari buat cerita-apa-aja ke cerita-apa-yang-kira-kira-menarik-banyak-orang-untuk-komen. Pada satu titik saya mulai sadar, emangnya hidup saya dari komen orang?? Dan setelah itu, saya pun melepaskan apa yg ternyata selama ini menjadi beban dan bikin saya males ngeblog. Sekarang saya ngeblog apa adanya. Mau ada yang nanggepin atau engga, I don’t care. Ternyata itu lebih menyenangkan.

    Gila ya, how blog can affect people’s mental! Haha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s