Golput

Dikondisikan begini, situ bagian dari sebuah sistem besar dimana situ berposisi sebagai rakyat jelata yang sedang merasa jengah dengan konflik yang terjadi di atas. Ya seperti kebanyakan, ribut-ribut mengambil kursi kepemimpinan.

Lha situ sebagai rakyat jelata yang yang sedang jengah dan tidak lagi mau mengurusi soal itu lagi, dus situ juga merasa cuma rakyat kecil jadi tidak begitu penting mikirin kekuasaan.

Pada suatu ketika, tahu-tahu situ mendapat kartu dari Pak RT. Kartu untuk pemilihan pemimpin yang baru. Lha, situ tau saja tidak kalau ternyata ada pemilihan pemimpin. Pengumuman tidak mendengar, Koran tidak baca tipi Cuma liat Super Mama. Dan pemilihannya besok.

Tiba-tiba, hati nurani situ terusik. Ini inti demokrasi, suara situ menentukan siapa pemimpin yang akan terpilih dan jadi supir arah situ. Lalu situ kalang kabut mencari siapa saja calon pemimpin untuk pemilihan besok dengan program-program kerjanya. Nanya temen, berselancar di internet sampai meminta wangsit di kuburan. Hasilnya nihil.

Yang situ dapatkan cuma informasi kalau ada dua calon dengan program kerja yang satu akan mempererat hubungan antara rakyat jelata dengan kaum bangsawan dan yang satu akan membuat kotak surat keluhan yang akan di buka sebulan sekali. Situ buta sama sekali sama pribadi maupun program kerja dari calon pemimpin yang dicalonkan.

Lalu situ berfikir daripada suara situ diberikan kepada orang yang salah, lebih baik tidak diberikan kepada siapa-siapa saja. Toh, ada hadits yang menyarankan lebih baik diam kalau tidak tahu kan? (Iya bener nggak ya?)

——————————————————————————-

Ini soal pemilihan -entah senat entah BEM- dikampus saya, BSI Daan Mogot Tangerang. Tau-tau waktu masuk ke lobi kampus, saya diseret seseorang dengan tanda pengenal panitia untuk ikut pemilihan ketua apalah itu. Lah, jelas saya tolak, calonnya siapa aja saya tidak tahu. Apalagi program-program kerja mereka. Eh malah si panitia bilang

“Nggak apa-apa asal pilih aja. Nggak apa-apa koq”

Nah loh, si panitia tau nggak soal demokrasi dan suara hati nurani?

*Pemilu 2009 sebentar lagi.

4 thoughts on “Golput

  1. Harry Juli 11, 2008 / 7:38 am

    mau nyalonin jadi walikota om?😀

  2. moerz Juli 12, 2008 / 10:58 am

    hmmm…
    masih lama..

  3. regsa Juli 15, 2008 / 1:10 pm

    kalo diseret sambil dikasih duit kek mana Jo ?

  4. ozumfg Oktober 18, 2008 / 9:55 am

    bswnbmsjpfnesjmfedhchkdhmwxvbi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s