#1.Umek

Namanya Nasrullah, panggil saja Umek. Kalau merasa sedikit ambigu dalam pengucapannya, maka panggil saja dia Ase. Betul, merujuk ke Ase salah satu anggota F4 itu.

Saya kenal dia waktu kelas 1 SMA tahun 2002-2003. Kebetulan dia sekampung dengan Bimbim. Setiap berangkat sekolah selalu bareng karena satu jurusan. Bertiga membentuk kawanan musafir sekolah. Jarak ke sekolah 1,5 km, jam 7 berangkat. Kalau terlambat 5-10 menit kami bersyukur karena bisa olahraga sebagai hadiah karena terlambat. Lebih dari itu,rental PS menjadi pilihan  tempat olahraga.

Pernah suatu malam saya mengantar Umek menabur garam di sebuah rumah. Saya mengawasi sekitar, dia menabur garam di sekeliling rumah entah punya siapa. Tak lama dia bercerita, itu adalah rumah seorang janda anak 2 yang menurutnya mengguna-guna bapaknya. Kami panggil janda itu Luna Maya sebagai lelucon.

Umek cerita, bapaknya tiba-tiba saja menikah dengan si janda tanpa bilang siapa-siapa. Tingkah laku bapaknya berubah, dimabuk asmara Luna Maya. Umek tak habis pikir, si janda dari segi fisik mendekati mendingan pun tidak. Apalagi umur si janda yang sudah berawalan 4. Dibanding ibunya, si janda jauh levelnya.

Tapi si bapak berubah. Melihat istrinya seperti melihat setan. Melotot lalu marah, bahkan pernah mau dibacok. Umek hanya bisa menangis. Maka tuduhan guna-guna pun dialamatkan ke si janda. Guna-guna istri muda.

Umek mencari obat. Kesana-sini mencari dukun dan kyai handal. Segala cara dilakukan, mulai dari memasukkan air berisi jampi-jampi ke sumur supaya terminum si bapak, sampai dengan menabur garam di rumah si janda.

Tapi guna-guna si janda sakti mandraguna. Tak mempan sementara si bapak kelihatan semakin jatuh cinta saja. Disini saya tidak lagi memperhatikan bagaimana kelanjutan ceritanya.

Lalu kemudian saya sibuk kuliah dan kerja. Sesekali ketemu dan nongkrong untuk membicarakan tentang Amerta. Di salah satu rapat, ketika yang lain sudah tertidur karena sudah jam 4 lewat, Umek bercerita.

Minggu kemarin dia refreshing ke Situgunung bersama temannya. Pinjem tenda, tas gunung, uang 50 ribu dan logistik untuk 2 malam. Berangkatlah mereka jam 7 pagi menumpang truk seperti yang biasa saya  lakukan dulu. Sampai di pos pendaftaran nyaris maghrib, dia kaget harga masuk 45 ribu perorang. Uang tersisa 30 ribu, diputuskan numpang menginap di pos supaya besoknya bisa pulang.

Dan saya tertawa waktu itu. Nyaris 12 jam penderitaan di atas truk hanya untuk mendapat kenyataan sisa uang tidak cukup untuk masuk ke Cidahu. Dan kita berdua tertawa keras waktu itu, hampir subuh.

Lalu karena teringat cerita soal ayahnya, iseng saya bertanya

“Bokap lo gimana Mek, masih sama si Luna Maya?”

Umek yang sedang menghisap rokok beringsut dari tempat duduk dan berkata

“Anjing Jo, susaaaaah. Kuatan dia dukunnyaaaa!”

Dan saya kembali tertawa keras, sementara Umek memandang dengan tatapan tak suka.

7 thoughts on “#1.Umek

  1. goop Mei 18, 2010 / 9:22 pm

    bagus, Jo, mengalir….
    ini kisah beneran, ya?

    • Payjo Mei 18, 2010 / 10:40 pm

      Iya Oom Goop, ini kisah beneran. terima kasih kalau tulisan saya dinilai bagus, walau belum sebagus tulisan Oom tentu saja:mrgreen:
      Saya lagi ngelatih tulisan yang seperti ini Oom Goop, mengalir biar enak dibaca

  2. andi sakab Mei 19, 2010 / 12:31 am

    mantap djo. cuma terasa ada yang keselek di akhir ceritanya. Apa ya? sesuatu yang bikin orang yang baca bertanya-tanya. Dukunnya orang mana ya? siapa tahu bisa dapaten perawan desa.😀

  3. Juminten Mei 19, 2010 / 8:25 am

    eh, guna2 itu emang ada, ya? hmmm… kirain cuma di cerita2 doang.😛
    emang sih, dulu orang di desa tempat papaku lahir katanya jg ada yg kena guna2.
    tp kupikir papaku cuma lg “berdongeng” aja. hehehe…
    wah, kira2 obatnya apaan yah Jo?
    coba suruh temenmu nyari di google.😐
    *penasaran. ikut nyari di google jg*

  4. Payjo Mei 19, 2010 / 9:36 am

    @Oom Andi:
    Kalimat terakhirnya udah pas sih menurut saya, tapi pemilihan katanya kurang nendang ya rasanya. Kalo soal dukunnya siapa, saya kasih clue. Dukun Tigaraksa juga sudah dijabanin:mrgreen:

    @Mbak Jum:
    Percaya nggak percaya aja Mbak Jum. Saya juga begitu. Saya berusaha nggak percaya, tapi ada beberapa kasus di kampung saya yang membuat saya percaya soal guna-guna.

    • andi sakab Mei 19, 2010 / 6:39 pm

      akhir cerita terpenggal memang memiliki makna presfektip luas yang bikin penasaran. salut buat ente djo. coba bikin yang kayak gini terus djo. syukur-syukur jadi buku🙂

      waduh, berarti tuch dukun sakti juga ya.😀

  5. purboyo Juni 1, 2010 / 11:27 am

    msak ksah bnern sie djo….,so sad y??? hi hi hi….
    tp km sgt kreatif….,slmet y????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s