#33. Jablay Kawah Ratu Bagian 1

Kebodohan biasanya dimulai dengan reaksi impulsif mengarah nekat. Dan hasilnya, di sinilah saya dan 6 orang teman saya sekarang. Di sebuah kotak menyerupai oven pemanas raksasa berukuran 4.300 x 1.950 x 600 mm.

Awalnya semua terasa penuh semangat. Rencana ini nyaris sudah 1 bulan direncanakan dan harus terlaksana.

“Pokoknya kita harus naik gunung!” Teriak kami waktu itu.

Waktu itu baru saja selesai ujian semester, kami kelas 2 SMA dan sekolah libur dua minggu. Ini yang kami tunggu-tunggu. Setelah 4 bulan hanya latihan fisik dan teori, kami yang waktu itu ada di tingkat terendah (Dari segi pengalaman, ilmu dan lainnya) dunia pecinta alam sudah sangat bosan dan ingin sekali naik gunung.

Iri sekali rasanya setiap setengah satu siang Riyanni Djangkaru muncul di tipi sambil menyunggingkan senyum yang makin lama seakan mengejek kami yang ikut ekskul pecinta alam belum sekalipun naik gunung.

Ekskul pecinta alam memang sedikit tidak direstui pihak sekolah waktu itu. Pihak sekolah tidak akan memberikan izin apabila ada kegiatan pecinta alam yang lokasinya jauh apalagoi di gunung. Para senior juga mewanti-wanti tapi tidak melarang. Asal ada senior yang mendampingi.

Tapi dasar waktu itu kami pikirannya pendek, semangat nekat mengalahkan ancaman pihak sekolah dan nasehat senior.

Tujuan sudah ditetapkan, Kawah Ratu Gunung Salak!. Halangan pertama dan terbesar langsung menghadang. Naik apa kita ke sana? Lewat mana?. Riset kecil dilakukan, naik bis dan angkutan bukan pilihan. Karena semuanya bukan anak dengan orang tua berlimpah harta, masing-masing hanya punya dua puluh ribu waktu itu. Dikali tujuh orang, seratus empat puluh ribu harus cukup untuk logistik selama 3 hari untuk 7 orang, karcis masuk, angkot menuju pos masuk, obat-obatan dan rokok.

Sehari menjelang keberangkatan, kami menyerbu pasar untuk membeli logistik. Jatah logistik hanya enam puluh ribu, maka yang mampu dibeli hanya ikan asin, penyedap rasa berbentuk sachet, mie instan, kopi dan rokok lintingan.

Malamnya saya hampir tidak bisa tidur, membayangkan besok untuk pertama kalinya naik gunung. Penasaran dan takut melebur menjadi rasa antusias yang memaksa mata sulit sekali terpejam.

Dan hanya berjarak 7 jam dari situ, sebuah pengalaman naik gunung yang tidak pernah bisa saya lupakan sampai sekarang, sedang menunggu…..

bersambung….

One thought on “#33. Jablay Kawah Ratu Bagian 1

  1. ImUmPh Juli 30, 2010 / 10:16 am

    waduh… baru opening yach om.. ditunggu kelanjutannya…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s