#56. Ular

Desember 6, 2010 at 10:14 am 11 komentar

Nasib buruk menjadi tikus dan ular di Indonesia. Dianggap hewan yang menjijikan dan berbahaya, nasibnya nggak bakalan jauh berakhir dilempar ke tengah jalan raya, mati dilindas kendaraan dan mengering untuk kemudian hilang.

Masyarakat Indonesia masih rendah kesadaran tentang menghargai kehidupan binatang. Entah di kota dan desa, 2 hewan yang disebut di atas dianggap hama. Mengganggu. Tanpa pernah sadar kalau kita yang mengganggu lingkungan mereka.

Saya paling benci melihat bangkai tikus dan ular yang sengaja dilempar ke jalan raya. Apalagi kalau sampai tanpa sengaja melindasnya. Mengerikan, nggak tega.

Semalam, saya sekeluarga dikagetkan karena ada ular di depan pintu rumah. Ularnya dari jenis mengerikan, ular tanah (Calloselasma rhodostoma). Ular ini jenis ular yang bisanya paling berbahaya.

Saya sekeluarga tentu saja panik, apa yang harus dilakukan. Walaupun sempat ikut pecinta alam dan beberapa kali menangkap ular ditambah suka menonton acara Rob Bradl, menangkap ular tanah tindakan konyol tentu saja.

Saya nggak tahu di Indonesia apakah ada semacam Animal Control yang melayani pengaduan masyarakat kalau ada kasus semacam ini.

Tapi umi yang kelihatan paling panik langsung memberi jawaban. Dengan gagang pel, umi mulai menghantam badan si ular. Akh, saya jadi bingung antara takut dan kasian. Takut karena ular yang sedang dipukuli umi adalah jenis ular yang sangat berbahaya dan mengancam keselamatan keluarga. Nggak tega karena kasian si ular dipukul membabi buta.

Dalam Islam sendiri, ada hadits yang berbunyi

خَمْسٌ فَوَاسِقُ يُقْتَلْنَ فِى الْحِلِّ وَالْحَرَمِ الْحَيَّةُ وَالْغُرَابُ الأَبْقَعُ وَالْفَارَةُ وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ وَالْحُدَيَّا
Lima (hewan) perusak yang boleh dibunuh di luar tanah suci dan di tanah suci yaitu: ular, gagak, tikus, serigala dan rajawali (Muttafaqun ‘alaihi)

Dan nasib si ular berakhir dengan kepala remuk, usus terburai dan hangus terbakar. Ampuni saya ya Allah.

Entry filed under: Catatan Harian, Project365. Tags: .

#55. Donda X KBBC #57. Tiga kosong

11 Komentar Add your own

  • 1. kabayan  |  Desember 6, 2010 pukul 10:23 am

    y tu mah mang dah jd nasib’a s ular ma s tkus az joe……krna dah ad hadist’a jg….y brrti qt ga dosa klo ngbunuh’a jstru dpt pahala….hehehehe

    Balas
    • 2. Payjo  |  Desember 6, 2010 pukul 12:34 pm

      Tumben lur nyasar ka blog aing :lol:
      Lain ku soal pahala, tapi teu tega. Maklum, aing kan berhati lembut :oops:

      Balas
  • 3. adit-nya niez  |  Desember 6, 2010 pukul 10:27 am

    Emang rumahnya di daerah kyk apa Jo? Gunung atau persawahan gtu?

    Balas
    • 4. Payjo  |  Desember 6, 2010 pukul 12:36 pm

      Bukan gunung dan persawahan Dit, tapi disamping rumah ada bekas galian pasir,, kotor banget karena semak-semak. Ditambah rumah Jo kan di desa, masih banyak pohon bambu dan hutan kecil gitu. Wild Life lah :P

      Balas
  • 5. mas-tony  |  Desember 6, 2010 pukul 3:08 pm

    kasihan juga nasib tu ular, tapi gpp ditengah kepanikan yang penting kita mohon ampun sama yang di atas
    Salam kenal dari mbantul

    Balas
  • 6. andi sakab  |  Desember 7, 2010 pukul 2:35 am

    maklum jo, namanya juga kampung :mrgreen:

    Balas
  • 7. emyou  |  Desember 14, 2010 pukul 1:07 pm

    kalo gw juga paling cuma bisa panik doang. jerit-jerit lari sejauh mungkin.

    *bukan penggemar binatang, penakut pula*

    Balas
  • 8. adit-nya niez  |  Desember 14, 2010 pukul 5:09 pm

    Apdeet!!

    Balas
  • 9. Ibnu  |  Desember 17, 2010 pukul 9:19 am

    kalo ular dsini jarang, tp klo tikus pasti tiap hari saya menemui bangkainya dijalan-jalan

    Balas
  • 10. Asop  |  Desember 22, 2010 pukul 6:11 pm

    ….saya juga gak tegaan ama binatang….
    Tikus… di rumah saya udah sering kena pake lem tikus…
    Kasihan, karena gak tega melihat badannya lengket, gak berdaya…
    Ular… juga pernah ada di halaman rumah saya…
    Kasihan, karena pada akhirnya disemprot obat serangga, dia mabok, dan nasibnya dipukuli juga… :(
    Tapi kalo laba2….
    Dengan senang hati saya membunuhnya… :mad:

    *saya geli lihat laba2*
    *rasa geli yang berubah menjadi takut*

    Balas
  • 11. bautinja  |  November 8, 2011 pukul 9:45 am

    makasih udh menambah wawasan

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Timeline

KBBC

Bloger Rangers!

Photobucket

Status saya

Networked Blogs

if(typeof(networkedblogs)=="undefined"){networkedblogs = {};networkedblogs.blogId=207085;networkedblogs.shortName="payjo";}

Arsip

Feeds


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 235 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: