#57. Tiga kosong

Siapa yang tidak kecewa yang semalam menonton pertandingan tim nasional Indonesia melawan Malaysia yang berujung kekalahan bagi Indonesia dengan skor telak 0-3. Rasanya seperti ditampar pacar di pipi di depan orang banyak. Sakit, malu, bikin hati panas.

Indonesia yang dilanda euforia 5 kemenangan beruntun tanpa pernah kalah semenjak penyisihan grup sampai semifinal. Yang beritanya selama 2 minggu terakhir menguasai berbagai macam media berita. Yang membuat seorang bapak menjual kambing untuk membeli tiket, yang membuat Nurdin Halid berkoar-koar soal jasanya, yang membuat bangsa Indonesia bangga akan kebangsaannya.

Anggap saja kita bangsa lebay. Oh bukan, media kita yang lebay. Pemberitaan tim nasional yang disajikan setiap hari oleh setiap media berita, baik cetak maupun elektronik ternyata berefek buruk. Penyajiannya saja sudah busuk.

Lihat saja TV One yang setiap pagi membhasa tim nasional di acara Apa Kabar Indonesia Pagi. Stasiun televisi yang selalu heboh memberitakan dengan tagline TV One, terlebay mengabarkan seperti kehabisan berita soal politik, hukum dan lainnya. Setiap hari isinya tentang tim nasional.

Yang lucu kadarnya itu yang berlebihan. Hal-hal remeh dan kecil dus nggak penting soal tim nasional terus diberitakan untuk mencekoki penonton. Lihat juga Metro TV dengan diskusi soal timnasnya. Atau televisi lain yang menyelipkan soal tim nasional di acara berita dan infotainmentnya. Padahal RCTI sebagai pihak yang menyiarkan malah tetap asyik dengan sinetronnya.

Tim nasional akhirnya malah dieksploitasi oleh banyak kalangan. Selain media, juga oleh politikus. Kunjungan ke rumah Aburizal Bakrie itu sangat-sangat nggak penting. Apa perlunya? Kunjungan ke pesantren, wawancara-wawancara nggak perlu, pemberitaan berlebihan.

Mari jangan ganggu.

Benar kata Bambang Pamungkas, saya juga rindu saat tim nasional hanya diperbincangkan di warung kopi.

6 thoughts on “#57. Tiga kosong

  1. adit-nya niez Desember 27, 2010 / 1:19 pm

    Ini masih kurang miris oom. Yg lebih nyakitin tuh klo liat negara tetangga yg ngangkat piala di stadion kebanggan GBK!

    • Payjo Desember 28, 2010 / 11:09 am

      Semoga jangan Dit. Amiin:mrgreen:

  2. gunawanrudy Desember 27, 2010 / 5:22 pm

    quota-nya keren…

    dulu di twit banyak yang ngeluh karena pas bal-balan saya ngetwit live-report secara sporadis (bahkan untuk petandingan cesena versus fiorentina pun). sekarang pas indonesia main, saya jarang live-report, eh malah banyak banget yang live-report di mana-mana.

    • Payjo Desember 28, 2010 / 11:14 am

      Tenang, live report semacam itu cuma tren sesaat koq Oom Goen. Nanti Sea Games kalo timnas maen lagi, nggak bakal serame sekarang. Kecuali kalo Piala Asia 2011, tapi sayang kita ga lolos gara-gara Bendol😛

  3. adetruna Desember 27, 2010 / 5:52 pm

    sudah lumrah: bangsa ini komentator yang kawakan…

    • Payjo Desember 28, 2010 / 11:18 am

      Blogger juga komentator kawakan ya Om😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s