#65. Nonton Bola

Sebagai cowok yang hobi bola, koq saya kurang afdol karena belum pernah nonton langsung di stadion. Seumur-umur saya belum pernah nonton bola langsung di stadion. Paling banter ya nonton di lapangan kampung kalau kebetulan kesebelasan kampung saya main. Saya biasanya datang, baik sebagai pemain atau sebagai penonton. Sekalinya pernah masuk stadion di stadion Ciceri Serang, itu dalam rangka ikut lomba Pramuka tingkat kabupaten, bukan nonton bola.

Di tempat saya tinggal, ada stadion yang jadi kebanggan kota. Stadion Benteng namanya, terletak di tengah Kota Tangerang yang sampai sekarang masih milik Kabupaten Tangerang. Lucu, ada di wilayah kekuasaan Pemkot tapi milik Pemkab. Stadion ini jadi markas dua tim sepakbola asal Tangerang, Persita dan Persikota yang prestasinya di kancah persepakbolaan Indonesia nihil. Minus prestasi. Kembali ke stadionnya, ada dua hal yang terlintas ketika pemerhati sepakbola Indonesia mendengar stadion ini. Lapangan dan stadionnya yang tidak terurus dan suporternya yang doyan rusuh. Prestasi dua hal ini menutupi prestasi dua klub yang disebutkan diatas. Padahal Persita pernah menciptakan seorang Ilham Jaya Kesuma sebagai pencetak gol terbanyak Liga Indonesia. Dua kali malah.

Kemarin ada kisruh soal PSSI vs LPI yang mempengaruhi kondisi sepakbola Tangerang. Kemunculan LPI disikapi dengan munculnya klub sepakbola baru di Tangerang, Tangerang Wolves. Saya yang tidak simpatik dengan Persita maupun Persikota memilih untuk jadi pendukung klub yang baru lahir ini. Berangkat dari niatan menjadi suporter yang sportif, cinta damai dan baik hati sebuah klub sepakbola baru yang profesional. Menjadi suporter klub sepakbola baru juga bebas dari sejarah dendam kesumat akibat persaingan, seperti yang banyak terjadi di Liga Super Indonesia yang menjadi penyebab seringnya terjadi kerusuhan antar suporter.

Tanggal 23 Januari, Tangerang Wolves melakukan laga kandang pertamanya di Stadion Benteng melawan Persebaya 1927.

Jadi berangkatlah saya dan pacar naik motor ke Stadion Benteng. Saya ajak pacar karena ingin menularkan hobi nonton bola saya ke dia. Supaya nanti kalau sudah nikah nggak bakal acara rebutan remote tipi. Mulia sekali niat saya kan.

Tapi begitu sampai dekat stadion, pacar saya ketakutan melihat banyaknya bonek yang datang. Puluhan polisi yang sedang apel untuk jaga-jaga juga membuat pacar saya membayangkan bakalan ada rusuh besar. Pertandingan dimulai 45 menit lagi, pikir saya rugi kalau harus balik lagi. Tapi nggak tega juga melihat pacar yang semakin merasa nggak nyaman. Saya sudah berusaha meyakinkan kalau nggak bakalan ada rusuh karena memang bonek juga nggak punya sejarah permusuhan dengan klub baru Tangerang Wolves, tapi paradigma sepakbola Indonesia yang identik dengan kerusuhan membuat pacar saya keukeuh minta pulang.

Sebagai pacar yang baik, saya akhirnya pulang. Dan sepertinya saya memang belum diizinkan untuk melihat pertandingan langsung. Tangerang Wolves kalah 0-4 tanpa ampun.

 

3 thoughts on “#65. Nonton Bola

  1. nindityo Januari 27, 2011 / 3:32 pm

    belum kawin aja udah takut bini..apalagi udah kawin…
    #teruskan Ri
    #wakakaka…

  2. adit-nya niez Januari 27, 2011 / 8:18 pm

    Denger2 emang sempet terjadi keributan suporter pas pertandingan itu, Jo…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s