Setelah 75 Hari

Sudah 75 hari blog ini tidak menampilkan tulisan baru terhitung sejak 14 Juli 2011. Masa terlama saya tidak mengupdate blog? Sepertinya tidak karena saya pernah hiatus lebih lama. Lalu apa alasan hiatus saya kali ini? Mungkin karena saya tidak menyempatkan waktu untuk menulis, dan kemalasan tentu saja. Atau bisa juga karena alasan yang lain.

Padahal banyak cerita yang ingin saya tulis, mulai dari pernikahan saya dan cerita tentang persiapannya, tentang kecelakaan yang membuat pergelangan dan hidung saya bengkok keduanya, tentang peristiwa-peristiwa yang sedang ramai dibicarakan orang di media, dan tentu indahnya masa-masa menjadi suami sekaligus calon ayah (soal yang satu ini saya tuliskan di blog anonim saya, link rahasia).

Tidak posting tulisan di blog tidak membuat saya meninggalkan rukun blog lainnya, blogwalking. Saya masih rajin membuka google reader sehingga saya tetap tahu peristiwa apa saja yang sedang terjadi di ranah blog. Tapi blogwalking tidak membuat keinginan menulis saya timbul. Saya punya banyak waktu luang sebenarnya yang saya pakai untuk membaca informasi-informasi tentang peristiwa terkini lewat media entah itu televisi, cetak maupun blog pribadi. Memposisikan diri sebagai pengamat, menahan gatal untuk ikut nimbrung berkomentar melalui blog saya sendiri karena hal yang harus saya sadari adalah betapa mudahnya saya melahap sebuah informasi dari satu sumber untuk kemudian mempercayainya. Bodohnya, kadang saya langsung menarik kesimpulan melalui informasi yang saya dapat dari satu sumber saja dan menyampaikannya ke orang lain. Mengajak bodoh jadinya. Contoh kasusnya tentang SMA 6 itu.

Karena suka menarik kesimpulan terlalu cepat, membuat saya sering menelan ludah sendiri setelah informasi dari pihak kedua dan seterusnya membuat saya bisa melihat suatu masalah dari sisi pandang yang berbeda. Pun berimbas pada kegiatan blogging saya, saya menahan untuk posting karena takutnya saya menulis sesuatu yang salah. Dan sejarah akan mencatat itu. Alasan ini pula yang membuat saya menutup akun fesbuk saya.

Lalu kenapa tidak menulis yang biasa-biasa saja, curhat dan kegiatan sehari-hari misalnya? Akh maafkan saya yang sok ini. Berubahnya status saya menjadi seorang suami dan calon bapak membuat saya berfikir untuk bersikap dewasa baik berperilaku dan berkata. Blog saya yang isinya celotehan tak berguna membuat saya muak, saya ingin tulisan saya lebih berbobot. Saya ingin kadar tulisan saya tidak hanya remeh temeh belaka, pengennya sih begitu.

Tapi ternyata keinginan yang macem-macem itu yang membuat saya malas memposting tulisan dengan banyak pertimbangan. Saya menyadari itu setelah membaca tulisan salah seorang teman saya, Andi Sakab.

Jadi daripada saya sibuk dengan kemalasan saya, saya nikmati saja proses blogging saya. Entah akan jadi apa dan seperti apa akhirnya nanti, setidaknya saya tidak berhenti membuat sejarah saya sendiri dengan cara menulis.

4 thoughts on “Setelah 75 Hari

  1. Asop September 27, 2011 / 9:39 pm

    Akhirnya nongol kembali.😀

  2. Payjo September 29, 2011 / 1:12 pm

    Apanya yang nongol Mas?

  3. Juminten September 29, 2011 / 9:44 pm

    Waaahh… Udah mau jd bapak aja.
    Selamat ya, Jo. Semoga semuanya lancar. ^^
    Mari ngeblog kembaliii…

    • Payjo September 30, 2011 / 9:18 am

      Mari Mbak Jum, lanjutkan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s