Braindead Alias Dead Alive : Menjijikan Sekaligus Menghibur

Dari dulu saya ingin sekali membuat review film di blog ini. Saya belum pernah membuat review film sebelumnya dan kebingungan dengan film apa yang mau saya review. Tanpa sengaja saya mendapatkan film ini dari sebuah situs dan setelah menontonnya, gatal sekali ingin membaginya di sini.

Awas, mungkin mengandung banyak spoiler karena saya tidak pandai me-review film.

Jauuuh sebelum Peter Jackson membuat trilogi The Lord of The Ring atau me-remake film King Kong atau yang terbaru membuat The Adventure of Tintin hasil kerja bareng Steven Spielberg, pada tahun 1992 si Om Peter membuat karya masterpiecenya. Film paling menghibur yang pernah saya tonton, karena film memang esensinya adalah untuk menghibur bukan?.

Tidak semua bisa menikmati masterpice Om Peter ini. Karena film ini bisa sangat menghibur (Bagi saya) atau malah membuat situ mual dan langsung mematikan filmnya di menit ke 5!. Braindead bukan film yang menjual seramnya bentuk zombie yang berkeliaran seantero rumah atau teror yang dihasilkan oleh zombie. Tapi menjual kesintingan si Om Peter dengan adegan-adegan gore yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya, dan di saat itulah mulut kita tanpa sengaja mengucap anjriiiit! atau buseeet!. Bukan takut, tapi terhibur. Ini adalah film dengan genre  cult zombie comedy splatstick horror. Artikan sendiri artinya. Jadi ini memang film tentang zombie, zombie paling sialan yang pernah muncul di layar lebar. Pernah melihat zombie yang sudah hancur diblender dan menyisakan usus tapi usus zombie masih ngotot untuk memakan orang? Well, ada di sini.

Ceritanya bermula dari sebuah tim ekspedisi kebun binatang menangkap kera Sumatran Rat-Monkey. Memang kera ini berasal dari Indonesia, tepatnya Sumatera. Entah ada hubungan apa Om Peter dengan Sumatera, karena di film King Kong asalnya juga dari sebuah pulau di Sumatera. Oh iya, penggambaran masyarakat Sumatera di film ini adalah suku primitif dengan baju ala suku pedalaman amazon tapi wajah Afro Amerika. Absurd memang, hahaha.

Cerita berlanjut menceritakan Lionel, seorang pemuda culun dan kuper yang tinggal dengan ibu yang otoriter dan terlalu menyayangi si Lionel ini. Lionel jatuh cinta dengan Paquita seorang penjaga toko dan pacaran backstreet karena ibu Lionel yang tidak mau anak kesayangannya berbagi perhatian dengan perempuan lain mencoba menjauhkan keduanya dengan membuntuti mereka di kebun binatang. Tanpa sengaja ketika membuntuti, tangan si ibu digigit kera yang diceritakan di awal tadi. Lionel yang tahu ada yang aneh dengan ibunya, karena rasa sayangnya terhadap si ibu memutuskan untuk merawatnya.  Setelah digigit, perlahan si Ibu berubah menjadi zombie dan Lionel merawat ibunya yang menjadi zombie tersebut di rumahnya. Keadaan semakin gawat ketika paman Lionel memutuskan membuat sebuah pesta di rumah Lionel dengan mengundang banyak orang dan dimulailah adegan-adegan gore yang menjijikan sekaligus menghibur.

Apa saja adegan konyol nista menjijikan tapi menghibur tersebut?

Adegan jamuan makan, ibu Lionel menyebarkan virus zombie dengan cara yang jenius. Memencet luka di tangannya sehingga muncrat nanah yang diarahkan ke mangkuk bubur untuk tamunya. Ketika sang tamu menikmati sendokan demi sendokan bubur dengan kamera fokus ke sendok dan mulut, mendadak saya mual.

Ketika virus zombie sudah menyebar, Lionel mengurung mereka di rumah dan memberikan mereka makan di meja makan. Lihatlah adegan dimana zombie suster makan dengan leher yang terbelah dan Lionel yang baik hati memakai cara lain supaya makanan bisa masuk ke badan, tidak keluar di leher yang terbelah tadi. Lalu zombie preman yang tidak bisa makan memakai sendok, malah membuat sendoknya menembus kepalanya sendiri. Dan zombie seorang pendeta yang sibuk flirting mengajak kawin zombie suster. Dan anak mereka (Iya, mereka nantinya punya anak. Anak zombie) yang sangat menyebalkan diasuh Lionel di taman, adegan konyol berlanjut terus. Ibu memakan anjing, bayi zombie di blender, zombie raksasa dengan payudara mirip kalong wewe. Oops, terlalu banyak spoiler kayaknya.

Bagaimana klimaksnya?  Tetap sinting. Ketika situ kira film sampai di adegan klimaks, ternyata bukan. Dan setelah 4 kali mengira film sampai di adegan klimaks, ternyata masih bukan!.

Angkat jempol untuk Bob McCarron untuk setiap darah, daging, potongan tubuh, usus yang terburai dan cairan menjijikan yang muncul di hampir sepanjang film. Nikmati film ini sebagai hiburan, jangan cari pesan moral atau lainnya. Duduk santai dan buka pikiran untuk sebuah film yang menghibur!.

Tambahan

Saya dapat film ini di piratebay, tidak ada link lokal. Jadi silahkan unduh dari sana atau ketemu dengan saya saja untuk mengcopy film ini. Anak KBBC ada yang mau? Ayo kita nonton bareng😈

Link Youtube part 1, part 2 dan seterusnya cari sendiri ya.

5 thoughts on “Braindead Alias Dead Alive : Menjijikan Sekaligus Menghibur

  1. genksukasuka Desember 14, 2011 / 1:40 pm

    mau donk om haha…film apa ini, baru denger dah :d

    • Payjo Desember 14, 2011 / 1:44 pm

      Boleh, nanti saya kasih lewat flesdisk.

    • Payjo Desember 14, 2011 / 2:02 pm

      Nonton ini setelah pelajaran Math atau Kimia, biar nampol senengnya Ram. Nanti kopdar saya kasih.

  2. andi sakab Desember 22, 2011 / 1:15 am

    wihhh… inget jo bini lagi hamil hihi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s