Blogger Dan Kemiskinan Di Banten

Mengikuti teman-teman saya di KBBC , saya juga ikut lomba blog yang diadakan BlogDetik ini.  Dari 25 tahun umur saya, hanya 3 tahun saya absen menempati provinsi ini. Mari kita bicara angka.

Dari berita resmi statistik website Badan Pusat Statistik Provinsi  Banten untuk Maret 2011 jumlah warga miskin sekitar 690.490 jiwa. Jumlahnya 6,32 persen dari jumlah penduduk Banten 10.644.030 jiwa. Untuk September 2011, naik men­jadi 690.874 jiwa atau 6,26 persen.  Padahal apa yang kurang dari potensi yang di miliki Banten? Tempat wisata kita berlimpah, pusat industri berdiri sepanjang Cikande-Cikupa, tambang emas Cikotok puluhan tahun tidak habis-habis. Sumber daya alam dan manusia melimpah ruah. Gunung kita punya banyak, sungai dan anak sungai tak terhitung, pantai kita punya ratusan kilometer, 509 KM tepatnya. Mungkin hanya sungai Ciberang yang kondisinya mengenaskan karena habis-habisan diambil pasirnya. Budaya kita juga kaya ragam.

Apa yang bisa dilakukan Blogger untuk membantu Pemprov Banten mengatasi ini? tentu saja gunakan blog sebagai media. Kemiskinan berawal dari kebodohan, dan kebodohan bisa dihilangkan dengan ilmu dan informasi. Tapi sayangnya tidak semua ilmu dan informasi diketahui warga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kemakmuran. Jumlah warga miskin Banten di kota dan desa jumlahnya sama, perkotaan 335.123 jiwa dan di perdesaan 355.751 jiwa. Artinya warga perkotaan dengan akses informasi yang memadai saja masih menyumbang warga miskin sama banyaknya dengan desa.

Blogger bisa membantu dengan memberikan ilmu pemanfaatan internet sebagai pencari informasi dan media usaha. Pelatihan-pelatihan skala kecil saja sudah cukup, misalnya memberikan pelatihan pengenalan internet sebagai tempat menjual produk untuk para pelaku usaha kerajinan tangan yang jumlahnya banyak. Atau membantu pengrajin menjual produk mereka melalui internet seperti yang dilakukan komunitas Topi Bambu.

Yang paling mudah tentu saja dengan mempromosikan semua potensi dan sumber daya yang dimiliki Banten melalui blog sendiri. Semua orang sudah tahu Pantai Anyer, tetapi belum banyak yang tahu Pantai Bagedur. Semua tahu Ujung Genteng, tetapi berapa banyak yang pernah merasakan ombak Sawarna di Bayah.

Make good news from Banten. Semakin banyak informasi yang tersedia tentang Banten di internet, akan mengundang semakin banyak orang untuk datang dan syukur-syukur berinvestasi yang ujung-ujungnya akan menambah lapangan  pekerjaan. Efeknya akan seperti domino. Kesejahteraan meningkat akan menurunkan angka kejahatan, angka kejahatan menurun akan meningkatkan rasa aman warga dan pelaku usaha dan seterusnya dan seterusnya…

Kendala? Tentu saja banyak. Persoalannya, mau kapan kita bergerak?

Tingkat Kemiskinan Banten 2011

Sumber Daya Alam Banten

4 thoughts on “Blogger Dan Kemiskinan Di Banten

  1. Pemuda Batavia Januari 4, 2012 / 1:42 pm

    Kemiskinan selalu ditutup… kemewahan borokrat semakin nyata… OH SEBALNYA DIRIKU SAMA BIROKRAT NEGERI MIMPI INI

  2. kombor Januari 4, 2012 / 5:46 pm

    Ayo bergerak! Sebarkan informasi yang positif dan memberdayakan tentang Banten. Bisa melalui blog sendiri, bisa melalui web komunitas.

  3. Ramy Januari 4, 2012 / 10:57 pm

    Tugas blogger kan blogging, tapi dari blogging ini bisa melakukan banyak hal, termasuk memajukan daerah-nya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s