Disadarkan Alex

Saya baru saja membaca tulisan Alex yang membuat saya tersadar di sana. Aish, saya jadi benci kenapa pula saya harus ikut-ikutan banyak macam penyibuk diri di dunia maya itu. Kurang kuat sepertinya passion saya di blog. Membaca tulisan tersebut membuat saya kembali ingat wajah blog Indonesia 2007-2009. Kalau toh dunia blog Indonesia tidak kembali seperti golden age tersebut, setidaknya saya bisa menghibur diri dengan kenyataan kalau saya pernah nyusruk dan larut di dalamnya. Biar saya hidup dengan kenyataan itu, cukup buat saya.

Saya sudah mencoba sejak dua tahun terakhir ini untuk menemukan ‘kawan’ blog baru, saya pakai tanda kutip karena memang semacam kawan yang saya tidak tahu bentuk rupanya, tidak tahu bagaimana bunyi suaranya ketika bicara. Kawan yang saya tahu dan kenal dari alamat blog dan tulisannya saja. Kawan yang saya sapa lewat kolom komentar saja. Tetapi yang saya temukan hanya blogger matre saja, yang orientasinya hanya mendulang uang saja. Blogger semacam Hoek, Morishige, Antobilang, Almascatie, Kulkas, Imil, Celo, Moerz dan lainnya yang dipajang di blogroll di samping kanan itu susah ditemukan. Genus langka, malah beberapa sudah dinyatakan punah semacam Hoek itu. Sisanya berevolusi semacam amoeba, berubah alamat semacam Celo dan Moerz yang saya lupa linknya apa.

Tampilan Google Reader pun semakin hari semakin terlihat macam hidangan nyaris basi karena kurangnya artikel yang membuat saya tertarik, bikin malas untuk menyantapnya. Dan jadilah itu jumlah artikel semakin hari semakin bertumpuk dan biasanya berakhir dengan menekan tombol ‘Mark All As Read’ tanpa merasa berdosa.

Soal banyaknya jejaring sosial yang menyerbu Indonesia semacam facebook, twitter, hi5, foursquare, linkedIn dan lainnya sudah saya coba batasi sih. Saya sudah tidak punya facebook, akun twitter hanya saya pakai sesekali saja. Yang lainnya punya tapi sekedar mengakuisisi nama Payjo saja. Saya tidak menyalahkan kemunculan jejaring sosial yang membikin sepi ranah blog, maksud saya tidak seramai dulu. Mengutip kata Alex “Tapi menyalahkan socmed sebagai biang keladi segalanya dan memproklamasikan bahwa blogsfer sudah mati, adalah sebuah kesalahan lain pula”.

Blog sih saya pikir tidak akan mati, tetap tumbuh dan bertambah setiap hari. Tetapi banyak orientasi blogger yang berubah. Dan saya menjadi blogger yang tergerus perubahan itu, menjadikan saya blogger pesakitan dikungkung rasa tidak betah dan tidak nyaman.

Catatan 1: Ditulis tanpa membikin draft dan tidak juga dilihat untuk dikoreksi lagi. Kalau sudah jadi, jadilah.

Catatan 2: Blogger yang saya sebutkan tidak saya cantumkan alamat blognya, terlalu malas untuk mencari dan memasangnya, kecuali yang sudah hafal.

9 thoughts on “Disadarkan Alex

  1. Rosid ETP Februari 15, 2012 / 8:27 pm

    Bisa jadi Saya “Disadarkan Payjo”. Wah saya cucu kesadaran Alex dong. Sayangnya saya rada terlambat untuk memulai ngeblog, sehingga saya tidak begitu merasakan bagaimana suasana ditahun-tahun yang disebutkan Om Payjo tersebut, tahun 2007 maksudnya. Tahun segitu saya masih tersesat di Google dengan kata kunci “Cara Membuat Website”. Kalau saja saat itu kata kunci yang saya masukan “Cara Membuat Blog” mungkin saya tahu apa yang dirasakan Om Payjo dan Alex.

    Tapi saya coba mereka-reka, seolah-olah saya merasakan betapa menyenangkannya masa-masa itu. Masa-masa ngeblog bukan hanya mengejar trafik dan matre, tapi cenderung ke ranah sosial di dunia ghaib (maya) yang lebih berkesan di banding Socmed saat ini.

    Walhasil, wah jangan-jangan saya pun terdampar disituasi yang salah. Mesti kroscek lagi nih… mana yang prioritas dan mana yang sampingan, atau bahkan hanya prioritas tanpa perlu sampingan. Prioritas yang menjadikan karakter saya betul-betul sebagai seorang blogger. Yang “mungkin” lebih mengedepankan kualitas tulisan dibanding selainnya… (mungkin).

    Mantap brader, semoga sehat selalu🙂

    • Payjo Februari 16, 2012 / 9:13 am

      Setiap masa ada golden agenya Sid, ranah blog tahun sekarang juga ada masanya. Ya masa-masa blogger kalang kabut mencari uang lewat blognya mungkin. Nikmati saja lah.

      Saya cuma pelaku sejarah sentimentil😳

  2. Andi Sakab Februari 15, 2012 / 9:56 pm

    apa yang ada dalam perasaan mungkin sama dengan ente, jo setelah membaca tulisan tersebut😦 *terisak-isak, mengenang*

    • Payjo Februari 16, 2012 / 9:15 am

      Tapi medio 07-09 lucunya kita belum saling mengenal ya Ndi, hehe. Sebagai sesama satu angkatan, mari bersulang bro.

  3. Alex© Februari 16, 2012 / 8:51 pm

    Saya baru saja membaca tulisan Alex yang membuat saya tersadar di sana.

    Waduh. Aku ndak bermaksud menyadarkan siapa-siapa loh. Kalau ada yang terkena, ya syukur jugalah. Jadi ada kawan lama kembali😳

    Kalau toh dunia blog Indonesia tidak kembali seperti golden age tersebut, setidaknya saya bisa menghibur diri dengan kenyataan kalau saya pernah nyusruk dan larut di dalamnya. Biar saya hidup dengan kenyataan itu, cukup buat saya.

    Amen to that:mrgreen:

    Saya sudah mencoba sejak dua tahun terakhir ini untuk menemukan ‘kawan’ blog baru, saya pakai tanda kutip karena memang semacam kawan yang saya tidak tahu bentuk rupanya, tidak tahu bagaimana bunyi suaranya ketika bicara. Kawan yang saya tahu dan kenal dari alamat blog dan tulisannya saja. Kawan yang saya sapa lewat kolom komentar saja. Tetapi yang saya temukan hanya blogger matre saja, yang orientasinya hanya mendulang uang saja.

    Ah, sama ini perasaan kita. Beda memang. Sejak era itu berlalu, kebanyakan yang kukenal hanyalah yang memburu dollar. Tidak salah sih, mereka berhak cari uang. Tapi ya itu…😕

    Blogger semacam Hoek, Morishige, Antobilang, Almascatie, Kulkas, Imil, Celo, Moerz dan lainnya yang dipajang di blogroll di samping kanan itu susah ditemukan. Genus langka, malah beberapa sudah dinyatakan punah semacam Hoek itu. Sisanya berevolusi semacam amoeba, berubah alamat semacam Celo dan Moerz yang saya lupa linknya apa.

    Celo di sini. Moerz di sana.😀

    Tampilan Google Reader pun semakin hari semakin terlihat macam hidangan nyaris basi karena kurangnya artikel yang membuat saya tertarik, bikin malas untuk menyantapnya. Dan jadilah itu jumlah artikel semakin hari semakin bertumpuk dan biasanya berakhir dengan menekan tombol ‘Mark All As Read’ tanpa merasa berdosa.

    Sekali lagi: sama kita😦

    Yang lainnya punya tapi sekedar mengakuisisi nama Payjo saja.

    😆

    Perkara akuisisi nama itu memang tabiat lama. Aku pun banyak kali kuakuisisi nama itu. Tapi pakai tidak juga😆

    Blog sih saya pikir tidak akan mati, tetap tumbuh dan bertambah setiap hari.

    Benar. Blog itu tidak akan mati. Ada regenerasi selalu. Cuma… disayangkan saja kalau blogger-blogger lama, rekan-rekan dahulu kala, yang kualitasnya bagus, selalu orisinal dengan gagasan-gagasan mereka, siap berdiskusi atau sekedar say hello, dan bukan berlomba memasang adsense/adwords, hilang begitu saja atau malah jadi money-oriented yang mengorbankan kemampuan mereka menulis dengan ide orisinal menjadi semacam media copy-paste demi traffic belaka😐

    Aku merasa kehilangan masa-masa itu. Rasanya malah jadi kesepian di ranah blogsfer, meski kadang-kadang ketemu juga blogger-blogger baru yang (lebih) segar dan bergairah. Setidaknya, melihat masa lalu di generasi kini🙂

    • Payjo Februari 17, 2012 / 4:32 pm

      Waduh maaf, masuk akismet. Jadi inget pertama saya kenal Om Alex itu lewat blognya yang alexcobain.wordpress.com. Cuma tahu nama blog dan tulisannya sih, dan di Reader saya masukkan ke folder mind blow. Dulu saya beranggapan kalau dirimu, jensen, danalingga, guhpraset, rudy gunawan, chaosregion, roseenquen extremusmulitis, mansup, fertob dan lain sebagainya bukan jenis bloger yang harus saya sapa lewat kolom komentar tapi cukup baca tulisannya saja. Karena nggak kebayang kalian manusia macam apa😆

      Sudi kiranya untuk memasukkan akun Yahoo Messenger saya : yeah_jo :mrgreen:

  4. Alex© Februari 17, 2012 / 4:54 pm

    😆

    Kami manusia normal juga. Terkadang ada juga ngawurnya😆

    Btw, soal kegelisahan itu benarnya ramai loh blogger jaman itu gelisah. Misalnya Sora di sini, dan Geddoe di sana

    Okeh. Ku-add-kan kalau login di Y!M nanti:mrgreen:

  5. juminten Februari 20, 2012 / 1:35 pm

    Seperti yang pernah sesepuh blog bilang, ngeblog itu tampaknya memang tidak “untuk semua orang”. ;P

  6. Aries Aconcagua Februari 25, 2012 / 11:15 am

    wah,, payjo.. masih exsis..🙂
    nice Om.. Lanjutkan..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s