Menjadi Tukang Kayu Demi Istri

Menjadi suami bukanlah sesuatu yang mudah. Selain taggung jawab yang besar dan status bujang yang menghilang, seorang suami dituntuk untuk segala bisa. Jadi tukang beres-beres rumah kalau istri sakit atau sibuk mengurus bayi, tukang timba air kalau pompa mati, tukang benerin genteng kalau bocor sampai tukang sedot WC. Yang terakhir becanda, gimana juga caranya sedot WC sendirian? Pake mulut kayak nyeruput orson dari gelas pake sedotan?

Kemarin istri mengirim SMS manis ketika saya masih kerja

“Ayah ini kayu limbahnya udah ada. Ntar bikinin rak ya..”

Nah, bertambah satu lagi profesi saya, jadi tukang kayu!. Setelah melihat bentuk dan ukuran limbah kayu mulailah saya mencari desain rak yang unik yang ditempel di tembok melalui internet, dan menemukan satu yang kelihatannya mudah dibuat.Gambar dari rudydewanto.comBagus ya desainnya melengkung begitu dan mudah dibuat. Hee…. mudah? Mudah gundulmu. Tapi tidak ada salahnya nyoba, jadi mari kita pinjam gergaji dulu ke tetangga dan mulai menggergaji, memaku, memalu, mengampelas dan mengelem. Peralatan yang saya pakai cuma palu, paku ukuran 3 dan 4, ampelas kayu 100 dan lem kayu tanpa merek milik bapak mertua.

Bahan dasarnya kayu jenis MDF KW100 mungkin, karena banyak rongganya. Dibantu Jidan yang sebenarnya saya ikhlas dia tidak ikut membantu tapi ngotot membantu, prosesnya memakan waktu seharian diselingi tidur siang.  Kayu MDF dipotong jadi 3 buah persegi panjang dengan ukuran sekitar 70 cm x 15 cm. Untuk penyangga dibikinlah dari kayu MDF yang sama berbentuk segitiga dengan ukuran, hmm saya nggak ngukur. Lihat gambar saja baiknya. Gambarnyajelek, diambil pakai Cross CB96T punya Jidan dengan settingan terendah.

Saya tidak punya dasar ilmu pertukangan. Pengalaman membuat pesawat tempur dan sarang burung dari pohon rumbia tidak masuk hitungan tentu saja. Sekalinya kerja jadi tukang tugasnya cuma nurunin batu split dan genteng untuk proyek perumahan di belakang rumah. Jadi setelah seharian getok sana-sini, inilah jadinya.

5 pemikiran pada “Menjadi Tukang Kayu Demi Istri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s