#70. Buku dan Masa Kecil

Dari segelintir tulisan saya soal cerita masa kecil, tulisan ini menjadi salah satu yang paling berkesan karena merekam hobi masa kecil di sebuah kota yang juga kecil, Rangkasbitung. Bagi beberapa kawan di fesbuk saya, mungkin bisa jadi saksi karena kebetulan ada yang bersekolah di sekolah yang sama. Ini juga sebagai penanda, saya mencoba fitur Blog Ulang milik WordPress.

Payjo

Sekitar tahun 1999, ketika Indonesia baru satu tahun mengecap reformasi umur saya masih 12 tahun. Saya kelas 6 SD dan sebentar lagi menjalani Ebtanas, ujian akhir kelulusan sebelum pada tahun 2003 berubah nama menjadi UAN. Saya ingat sekali waktu itu bersekolah di MCT V Rangkasbitung, sekolah dengan bangunan paling mengenaskan diantara bangunan SD lain yang ada di sebuah komplek pendidikan berisi kurang lebih 6 buah SD. Punggung bangunannya melengkung mau roboh, yang dulunya saya kira mahakarya arsitek lokal. Lapangan olahraga dari tanah liat putih yang baru kelas 5 bisa digunakan secara layak setelah sejak kelas 3 guru olahraga kami mengajak anak muridnya gotong royong meratakan tanah.

Kondisi ruangan kelas setali tiga uang. Lantai ubin kasar, kursi-kursi penuh coretan dengan kaki pincang, meja yang sebagian bolong. Malah di kelas 6 salah satu teman sekelas -Rani namanya, dipanggil secara kurang ajar oleh teman sekelas dengan sebutan Kutu Kupret karena hobi mencari kutu-

Lihat pos aslinya 557 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s