Logika Alif 7

logika-alif-7Seri Logika Alif adalah catatan singkat dari celotehan dan pemikiran anakku Alif atas reaksinya terhadap segala hal yang dia lihat, alami atau rasakan. Semuanya dicatat di handphone menggunakan aplikasi Google Keep. Blog Alif bisa dibaca disini.

Iklan

Kematian Udin

Tatapan mata Udin kosong. Sudah tidak menyimpan kehidupan. Hanya sesekali matanya berkedip pelan. Seolah tidak peduli jika dua dokter selama setengah jam terakhir berusaha keras memasukkan selang kateter kedalam kelaminnya. Sudah sepuluh kali dilakukan tapi selalu berakhir sama, selang kateter hanya bisa masuk 5 cm karena terhalang sesuatu dan terpaksa ditarik keluar dengan ujung selang ditutupi darah.

Tapi Udin bukan tidak peduli. Bukan pula karena kuat menahan sakit. Tapi reaksi yang sanggup dia lakukan saat itu hanya berkedip pelan. Badannya sudah lemas sejak kemarin. Dari diagnosa dokter dan hasil rontgen, ada batu ginjal yang membuat kandung kemihnya tertutup dan membuatnya tidak bisa kencing selama beberapa hari. Air seni yang tidak keluar meracuni tubuhnya. Membuat tubuhnya limbung saat berjalan, sampai kemudian membuatnya ambruk.

Setelah usaha yang entah keberapa kali dokter menyerah, merekomendasikan langkah operasi tapi di tempat lain. Kutanya biayanya, dokter klinik tak bisa memberi jawaban. Hari semakin sore, jam semakin dekat dengan waktu tutup klinik di akhir pekan. Dengan sedikit panik kutekan angka untuk menghubungi klinik tujuan, diseberang terdengar jawaban. Baru sempat beberapa kata yang keluar, sambungan terputus. Pulsa habis. Kupinjam telpon, mengulang langkah yang sama. Tapi kini tak pernah lagi muncul jawaban dari seberang meski lima kali diulang.

Udin tak terpengaruh suasana panik di sekitarnya. Matanya tetap kosong. Tarikan nafasnya pelan. Atau lemah.

Akhirnya kucari di internet informasi biaya, kupaksa juga dokter disitu memberikan angka perkiraan. Kutanya juga salah seorang teman blogger yang kebetulan dokter hewan melalui whatsapp, jawaban mereka sama, biaya operasi bisa jutaan. Tak ada uang sebanyak itu.

Kutanya kakak, pemilik Udin “Dioperasi atau diikhlaskan? “

Kuberesi administrasi dan menebus obat di klinik. Kubawa Udin pulang. Berharap keajaiban, kupaksa Udin menelan obat. Meski sadar, akan sangat mustahil bagi Udin untuk bisa bertahan sampai besok pagi. Tapi ajaib, Udin masih punya tenaga untuk menolak obat meski sedikit. Udin tidak pernah suka minum obat selama hidupnya. Tapi hanya keajaiban itu yang muncul.

Keesokan paginya Udin pergi. Meski hanya dua tahun hadir dan perannya sebagai seekor kucing persia di konstelasi semesta nyaris tak berarti, tapi Udin cukup berarti untuk sebagian kecil orang yang mengenalnya. Termasuk aku yang hanya intim dihari terakhirnya, dan mempersembahkan tulisan ini untuknya.

Si Topik Kawan Lama Dari Lewiranji

15 tahun yang lalu aku masih berseragam putih merah sama dengan kawan sebayaku yang lain. Yang membedakan seragam yang kupakai dengan seragam milik yang lain, seragam yang kupakai kusam, kancing tak lengkap dan kerahnya bergaris daki hitam. Yang lain agak lumayan bersih. Selama tinggal di Rangkasbitung aku memang jadi anak tak terurus. Maklum, tinggal jauh dari orang tua dan menumpang dirumah Uwak.
Sejak meninggalnya Abah, Umi memang menitipkan aku ke saudaranya di Rangkas. Uwak memang mengajariku cara mencuci baju sendiri, bekal agar bisa lekas mandiri, tapi bermain pada waktu itu lebih menyenangkan daripada mencuci baju sekolah di sumur umum sebelah masjid.
Tapi ini bukan cerita soal masa susahku. Ini cerita soal aku dan si Topik kawanku. Kawanku saat SD memang banyak tapi kali ini ku khususkan cerita pada si Topik. Baca lebih lanjut

Jangan Lihat Videonya

Sayenko & Suprunyuk

 

What if

Tukang sayur yang saban pagi berkeliling keluar kampung dan komplek, yang suka berhenti di depan pos ronda dekat rumah, yang kau langgani untuk membeli wortel, kentang dan kangkung, yang selalu menyapamu dan ibu-ibu lain dengan senyum sumringah, yang kadang kau bayangkan bisa kau potret dan kau berikan keterangan sebagai potret wajah Indonesia, adalah seorang pembunuh. Meski pembunuhannya sudah lama berlalu dan tidak diniatkan sebagai pembunuhan. Pembunuhannya tidak akan terjadi jika saja orang yang dia rampok tidak bangun dan berteriak, sehingga memaksanya mengayunkan golok sepanjang lengan ke kepala korban, membuat coakan besar di pelipis kiri melewati mata. Dan goloknya baru berhenti saat tertahan di tulang hidung, menancap kuat. Dia terpesona semburan darah dan suara krak tulang yang retak. Dan dia lari, ribuan kilometer. Hukum terlalu lemah untuk mencarinya, dan dia melanjutkan hidup sebagai tukang sayur yang barusan memberimu senyuman sebagai jawaban atas pertanyaanmu bolehkah kangkung seikat seribu ditawar lima ratus. Kau dan aku, kita, tak pernah tahu kalau dalam khayalnya dia menyodok mulutmu dengan goloknya menembus leher belakang. Karena dia rindu dengan semburan dan suara krak itu. Dan melakukan pembunuhan perkara gampang.

Baca lebih lanjut

Memutuskan Balikan Dengan Mantan

Jangan pernah mencoba berhubungan dengan mantan apapun alasannya jika tidak mau kembali menjalin ikatan. Ini peringatan.

Peringatan dari orang yaitu saya, yang akhirnya memutuskan untuk kembali menjalin ikatan dengan mantan lamanya yaitu blog ini.

Saya harus menelan ludah sendiri karena memutuskan untuk membuka kembali blog yang 10 bulan lalu ditutup. Ada banyak alasan, tapi hanya ada satu penyebab. Sebabnya adalah pada suatu waktu, tepatnya pekan kemarin saya membaca ulang semua tulisan diblog ini. Yak betul, semua tulisan. Hasilnya, saya putuskan buat membuka blog ini lagi.

Jadi begini, Baca lebih lanjut