Tanpa Judul
Tangerang memasuki musim hujan. Sedikit yang bisa dilakukan kalau kondisinya selalu basah begini. Apa kabar saya? Sedang bersyukur karena saya tidak lupa password blog.
KBBC bulan ini kembali akan mengadakan donor darah rutin. Insya allah dilaksanakan tanggal 29 November 2009 di PMI Kabupaten Tangerang. Bagi yang mau ikut menyumbang darah, dipersilahkan.
Boleh saya curhat? 3 bulan belakangan banyak sekali beban dan kekecewaan. Yah, mungkin saya sedang di kasih UAS sama Allah. Efeknya ke kebiasaan melamun yang semakin sering. Tapi pasti ada satu hal kecil yang bisa bikin bangkit kembali, biasanya begitu kan?
Seperti yang bisa situ liat di gambar ini
Saya mengucapkan terima kasih kepada siapapun mereka yang entah bagaimana caranya setiap hari membaca atau sekedar melongok lalu mengumpat di blog ini. Walaupun jumlahnya kecil, tetap membuat saya malu. Karena mereka masih punya semangat ngeblog (blogwalking khususnya), mencoba meramaikan lingkungan virtual ini seperti dulu. Yah, kesimpulan yang saya buat sendiri memang, tapi setidaknya saya bisa menulis di blog ini lagi dan mencoba keluar dari arus hiatus massal.
2 comments November 22, 2009
Sumpah aku sayang kamu
Sumpah..
Sumpah aku nggak butuh Riyanni Djangkaru untuk sekedar membebaskan jiwa petualanganku dulu.
Dari kamu aku bertualang tentang emosi dan perasaan.
Sumpah aku nggak butuh seorang Sherina yang pinter itu.
Karena berkat kamu soal ekplorasi perasaan kini aku semakin banyak tahu.
Bahkan aku ga butuh Aura Kasih deng kesemlohayannya itu.
Sumpah aku g butuh, karena kamu cukup buat aku. Cukup kamu.
Toh seandainya pun ada sosok perempuan sepintar Sherina, seseksi Aura Kasih dan mempesona Riyanni Djangkaru dijadikan satu, pasti nggak bakal mau sama aku.
Cukup kamu sayang, cukup kamu.
Prosesnya sakit dan berliku, 2 tahun bukan sekedar waktu yang begitu saja berlalu. Bukan begitu?
Masih ingat analogiku tentang pelangi dan kamu? Iya, tentang perasaan dan Mejikuhibiniu itu.
Tentang aku yang mengharu biru larut di warnamu itu.
Tentang kesalahan yang seringnya membuat warnamu kelabu.
Terlepas dari semua tulisan ini yang semuanya berakhiran ‘U’, terlepas dari semua kesalahan di masa lalu..
Mari sayang kita kembali satu.
3 kata yang biasanya di depan orang banyak aku malu kalo bilang ke kamu, dengan mantap aku bilang. Aku sayang kamu.
10 comments Oktober 16, 2009
20-27 September 2009: Pesimis dan masa depan
Beberapa jam yang lalu ketika tertidur saya melakukan obrolan dengan teman imajiner saya. Soal hidup, soal pe
mikiran-pemikiran dan segala macam persoalan yang setia menghimpit dada. Sayangnya begitu terbangun saya lupa secara detail apa saja yang kami obrolkan.
Beberapa hari ini saya banyak berfikir. Tentang saya dan eksistensinya bagi beberapa orang yang ada di sekeliling saya, peranan saya buat mereka. Dalam lingkup yang kecil, saya merasa bahwa saya sudah terlalu banyak menyia-nyiakan banyak waktu saya untuk sesuatu yang tidak beguna. Dan saya larut dalam kondisi seperti itu. Tidak berusaha untuk keluar walaupun jauh di hati kecil saya menyadari ini tidak baik untuk saya. Bukan sesuatu yang tidak saya inginkan memang.
Saya kurang bisa memotivasi diri dan alangkah keparatnya karena saya juga susah untuk dimotivasi orang lain. Entah berapa banyak teman yang peduli memberikan semangat dan nasehat yang esok hari langsung lupa karena gencarnya fitur autodelete bekerja di kepala.
Sekarang saya seperti Ikal di Sang Pemimpi yang menyaksikan dirinya sendiri sedang mencuci piring di kedai makan Pasar Manggai ketika berangkat sekolah. Saya melihat bayangan masa depan saya sendiri dalam keadaan menyedihkan.
Kalau Ikal punya Arai sebagai penyemangat, saya dengan kompleksitas sifat pesimis ini punya siapa ya?
9 comments September 27, 2009




