Sekedar tulisan nostalgia brader, mengenai perjalanan hidup. Satu hal yang tidak akan hilang dari saya yaitu kenyataan kalo saya ini anak kampung. Lahir di sebuah dusun di pedalaman Serpong dan besar di belantara hutan pinggiran Tangerang. Ada embel-embel nama kota besarnya memang. Tapi kondisi di kedua kota besar di atas memang begitu, bangunan-bangunan tinggi, apartemen, ruko, BSD, mall membanjiri setiap sudut. Tapi tidak ada sepelemparan batu, dusun dengan masyarakat terpencil plus miskin hidup dan beranak pinak. Pemerataan kesejahteraan belum ada, njomplang.
Anggaplah saya sedikit beruntung, sempat berkelana ke Tulung Agung di Jawa Timur untuk nyantri di salah satu pesantren. Saya ini santri brader :mrgreen:. Juga sempet sekolah 7 tahun di Rangkasbitung.
Meloncat sedikit, ketika awal saya ngeblog. Ajaib blog itu brader. Mungkin karena kekampungan saya, saya waktu itu merasa jadi manusia istimewa. Sejauh yang saya tahu, dari semua orang yang pernah saya kenal dalam hidup saya, hanya saya yang punya blog. Aiiih, norak ya brader?
Di fs teman sekolah, saya malah sempet nulis komen “Payjo, orang Legok pertama yang punya blog”. Padahal isinya cuman sekedar curhat. Hahaha, jangan cemooh saya brader. Saya tahu, norak sekali saya. Situ tau kapan kejadiannya? Di tahun 2007, tahun lalu. Tahun 2007 anak kampung kenal blog dan kegirangan. Anggap saja kewajaran brader, saya kan anak kampung. Lalu terjerumus ikut membela kebenaran di blogerangers.
Sebenernya saya mau cerita soal KBBC, cuman prolognya malah muter-muter. Begini brader, KBBC itu komunitas bloger Tangerang yang diketuai sama Oom Caplang. Iya, Oom Caplang yang suka ngajak bloger cakep seperti saya berbuat mesum. Sulit sekali brader, menolak ajakannya. Rayuannya maut, seperti nyanyian putri duyung memikat pelaut. Kata-katanya mengandung feromon, memikat pejantan seperti saya. Lalu sentuhan-sentuhan lembutnya, gerayangan nakalnya, jilatan naf…Masya Allah. Maaf brader. Itu fiksi, beneran fiksiii!
Anggap saja saya kurang ajar waktu itu, waktu ketika saya dengan kurang ajarnya mengajak Oom Caplang, Oom Jendral untuk mengadakan kopdar bloger Tangerang. Lagipula, waktu itu saya belum tahu kalo Oom Caplang itu bloger selebritis nan romantis. Pun Oom Jendral Bayut, ketua penikmat biji di blogosphere. Alhasil, di kopdar pertama saya sukses membatu.
Dan, anggota KBBC rupanya kurang ajar juga. Memilih saya mendampingi Oom Caplang untuk menempuh bahtera perkawinan menjadi wakilnya. Padahal saya merasa incapable. Saya jadi nggak enak sama Kang Kombor ato Oom Jendral. Apalagi di KBBC juga bersemayam advokat tanpa tanding, Oom Anggara. Kan saya jadi beban. Padahal kalo tiap kegiatan, yang kerja semuanya. Saya malah jarang kerja ya?

KBBC baru mekar brader, dan akan terus berkembang. Ingin menjadi salah satu saksi hidup dari perkembangan KBBC? Dengan ini saya mengundang anda, andaa, andaa!!. Yaa, anda semua yang membaca tulisan ini untuk hadir di agenda kopdar Bloger Tangerang jilid 5. Eh, jilid berapa ya, saya lupa. Jilid 4 mungkin?
Tidak tanggung-tanggung, tuan rumah kopdar kali ini adalah salah satu bloger paling senior wad-dunya wal-akhirat di Tangerang, malah di blogosphere Indonesia. Kang Kombor. Ada yang tahu berapa jumlah total blog yang Kang Kombor punya? Wallahu-alam brader. Itu misteri, hingga saat ini. Kopdar berlangsung pada hari Minggu tanggal 20 Juli 2008. Ini bukan kopdar tandingan rumah blog(g)er lho.
Informasi lebih lanjut, silahkan mengunjungi situs Bloger Benteng di http://blogerbenteng.com yang theme-nya belum di ganti-ganti itu. Atau silahkan hubungi
Eh iya, bakal ada atraksi Oom Away dan Oom Indrio striptease di atas perahu bebek. Saksikan! SAKSIKAN!! GRATISS!!
Akhirul kata brader, saya bloger kampung tampang kota, pamit. Besar harapan saya bisa berjumpa muka secara langsung. Kita bangun jalinan silaturahmi antar bloger brader, besar pahalanya. Amiin.
Saya pamit!
Eh iya brader, blog saya yang ini dan yang ini sama aja koq. Tapi sekarang sedang nyaman di yang gratisan dulu. Ya, yang itu juga dapet gratisan juga sih. Yang ini lebih ngesoul nulisnya. Ah, saya banyak omong ya, saya pamit brader.