Pluviophile

Sekali waktu, nikmatilah suasana hujan.

Hujan masih menyisakan gerimis cukup lebat. Kutengok jam didinding kantor, sudah pukul tujuh malam. Jika bukan karena telepon dari istri yang menanyakan kapan akan pulang, mungkin aku masih beranggapan tak apa menghabiskan sebelas jam lebih waktuku hari ini dikantor. Pertanyaan istri lewat telepon tadi mengingatkanku jika semestinya dingin udara selepas hujan besar yang mengguyur sejak sore hari dan kemungkinan badan basah karena tak membawa jas hujan, akan terbayar lunas dengan kehangatan pelukan anak dan istriku dirumah.

Lekas kuberesi laptop, kumasukkan tas lalu kusimpan diloker. Biarlah Il Mare yang baru ku unduh tidak ku tonton dulu dirumah. Kupasang kabel audio handfsree dan, memutar lagu secara acak lalu mulai beranjak ke parkiran. Lantai parkiran motor sebagian tergenang air. Helm yang biasa kucantolkan di kaca spion juga basah. Tak peduli, kupakai acuh helm basah itu. Pun jok Si Vixy, tanpa kukeringkan dulu langsung kududuki saja dan mulai menghidupkan motor. Suara knalpot mengaum pelan, perlahan hilang ditimpah lengkingan suara gitar dari Asian Kungfu Generation ditelinga, memainkan tembang Siren. Secara perlahan kemudian penglihatanku mulai memendar. Pemandangan malam hari sehabis hujan membius pandangan. Lampu penerangan jalan berpendar, menampilkan sekelebatan gerimis dibawahnya. Aspal hitam yang biasa kusam kini tampak cemerlang serupa masir raksasa yang memantulkan lampu-lampu mobil dan motor. Suasana jalanan selepas hujan menjadi lebih hening, menentramkan.

Tanpa diperintah, otak memutar ulang beberapa fragmen kehidupan. Abah meninggal, menikmati tanah berpasir disebuah pesantren Tulungagung, kelahiran Alif. Bagian tubuh yang menamai dirinya sendiri tersebut juga menampilkan fragmen tidak menyenangkan. Rangkaian angka-angka yang harus segera dibayar, rencana masa depan yang tidak tersusun secara rapi dan tanpa target. Menjelang flyover, sebuah mobil mewah tertimpa pohon besar. Kap mesin mobil tersebut ringsek sementara sang pengemudi dengan pakaian necis tampak tersenyum sambil menelepon. Mungkin pikirannya tak risau karena kerusakan mobilnya akan digantikan asuransi.

Vixy terus dipacu meski jarum bensin sudah bersua huruf e besar disamping kiri pada indikator. Bukan pasal harga bensin yang naik membuat Vixy absen diisi tadi pagi. Tapi memang ini akhir bulan. Berapapun harga bensin, Vixy harus memaklumi jika ditanggal tua begini, dia harus bersabar diri tidak pernah kenyang diisi bensin. Perseneling tiga, putaran mesin sudah lima ribu sekian. Vixy bergetar, menjatuhkan tetesan air disebagian badannya. Setetes air turun dari bagian atas spion, membelah kaca membentuk curva tak jelas. Perhatian kepada tetesan air dan lantunan lagu My Immortal milik Evanescene sempat membuat kendaliku terhadap motor menghilang, laju motor ternyata mengarah ke lajur kanan sebelum akhirnya pekikan keras klakson mobil dibelakang mengembalikan kesadaran. Suasana malam hari selepas hujan memang membius pikiran.

Musim hujan baru saja bermula diawal November. Cuti tahun ini menyisakan banyak dan tidak ada niat kuambil. Dengan kondisi begini, menjanjikan banyak waktu buatku menikmati hujan saat kupacu badan mengarah pulang.

Pluviophile adalah sebutan yang disematkan bagi orang yang menggemari suasana saat hujan turun. Yang merasakan kesenangan dan ketenangan batin kala hujan turun.

November 25, 2014 at 12:49 pm Tinggalkan komentar

Pagedangan Dan BSD

Saat memutuskan untuk pindah mengikuti orang tua yang tinggal di daerah Pagedangan, saya agak ragu karena letaknya yang berada dipinggiran kota. Masuk dalam Kabupaten Tangerang, Pagedangan terletak dipinggiran kota mandiri Bumi Serpong Damai. Meski hanya berjarak tidak jauh dari BSD, sebuah kawasan kota mandiri yang dibangun oleh Sinar Mas Land, nyatanya pada tahun 2000 awal laju pembangunan Pagedangan memang lambat. Akses jalan yang menghubungkan Pagedangan dengan BSD dan Karawaci masih teramat buruk. Mungkin pemerintah daerah tidak bisa melihat adanya peran penting Pagedangan bagi kota yang lebih besar di sekitarnya.

Dampaknya warga Pagedangan kesulitan untuk memperoleh akses fasilitas umum semisal akses kesehatan. Untuk ke rumah sakit saja, rujukan utamanya adalah rumah sakit yang ada di daerah Kota Tangerang. Karena angkot jarang dan akses jalan buruk, si sakit harus berangkat sejak subuh dan saat tiba disana, antrian sudah mencapai angka ratusan. Tapi dalam lima tahun terakhir, pembangunan Pagedangan semakin meningkat. Hal ini juga dipengaruhi oleh ekspansi BSD dalam hal membeli lahan warga yang membuat harga tanah naik dan nilai ekonomis Pagedangan menjadi meningkat.

Perkembangan pesat BSD membuat fasilitas yang ada tidak hanya pemukiman dan pusat perbelanjaan. Kini sudah tumbuh banyak rumah sakit di daerah BSD dengan fasilitas dan kualitas yang baik.

Tahun kemarin kakak saya jatuh sakit. Vonis gagal ginjal sempat memukul kakak dan keluarga kami. Gagal ginjal mensyaratkan pasien harus secara rutin menjalani cuci darah di rumah sakit. Sempat bolak balik ke RS Fatmawati Jakarta, RS Selaras Cisauk dan RSUD Tangerang, kini kakak saya secara rutin mendapat fasilitas cuci darah di RS Medika BSD.

Hadirnya segala fasilitas terbaik di daerah BSD secara tidak langsung membantu dan mengangkat peran serta nilai dari daerah kecil seperti Pagedangan dan banyak lainnya. Kini Pagedangan bisa mendapat banyak keuntungan dengan pesatnya perkembangan pembangunan yang terjadi di BSD seperti lahan pekerjaan, fasilitas hiburan dan rekreasi, peluang usaha dan fasilitas kesehatan. Jika dulu banyak pemuda Pagedangan yang kebanyakan menganggur karena minimnya lahan pekerjaan dan tidak mampu meneruskan kuliah, kini banyak yang bekerja di pusat perbelanjaan seperti WTC Serpong, Teraskota maupun ITC BSD sambil menabung untuk meneruskan pendidikan. Akses hiburan warga Pagedangan yang biasanya hanya menonton pertunjukkan dangdut di hajatan juga memiliki tambahan pilihan lain dengan adanya XXI Blitz Megaplex dan 21. Rekreasi keluarga juga melimpah dengan adanya Taman Kota 1 dan 2 dan Ocean Park.

Meski ditujukan untuk para penghuninya, tapi nyatanya segala fasilitas yang ada di kawasan Bumi Serpong Damai bisa dinikmati pula oleh warga di daerah sekitar kawasan tersebut. Dalam bentuk yang paling sederhana, anak saya yang berusia dua tahun selalu terkagum dan menikmati pemandangan tiap kali melewati kolam air mancur yang sudah menjadi ikon kota BSD selama puluhan tahun.

Air Mancur BSD

Air Mancur Kota BSD

Artikel ini diikutsertakan untuk lomba blog yang diadakan oleh @sinarmas_land. Semua yang dituliskan dalam artikel ini berdasarkan pengalaman dan pendapat pribadi saya. Untuk info selengkapnya tentang lomba blog Sinar Mas Land yang berhadiah total Rp 300 juta maka bisa dilihat di sini: http://bit.ly/SMLinnovation

Sinar Mas Land

Jl. Grand Boulevard, BSD City
Tangerang 15345, Banten
Indonesia
Twitter | Facebook | Website

November 12, 2014 at 1:14 pm Tinggalkan komentar

Playlist Awesome Mix Volume 6

Saya punya selera musik yang nggak begitu bagus. Semua genre musik saya dengarkan. Semua musik kadang bisa enak jika tepat dengan suasananya. Saya punya kebiasaan merubah playlist musik di henpon atau pemutar audio lainnya setiap 2 bulan sekali. Selaku teknisi IT yang ngurusin komputer atau laptop orang kantor, kadang saya iseng untuk mengambil barang dua atau tiga giga musik mereka, berharap menemukan kejutan lagu baru yang enak untuk didengar.

Kali ini saya baru menemukan playlist baru yang meski seperti biasanya disusun secara random tapi menghasilkan perpaduan playlist yang enak untuk didengar saat naik motor. Iya saya cuma punya waktu dengerin musik pas naik motor, dikantor nggak bisa, dirumah apalagi.

Bahan dan bumbu yang digunakan untuk playlist Awesome Mix Volume 6 ini adalah

  • 34 biji tembang dari Doel Sumbang sebagai bahan dasar. Saya senang mendengarkan lagu yang isi liriknya soal cerita. Legenda Sunda ini kebetulan punya segudang lagu yang isinya cerita hal remeh soal kebingungan memilih istri antara penjaga toko, babu atau orang batak sampai perkara berat badan. Daftar lagunya kebanyakan untuk ditulis. Dua bulan lagi mungkin akan digantikan sama Lucy Spragnan.
  • 15 biji tembang dari Lorde. Semua lagu diambil dari album doi berjudul Pure Heroine. Sebenarnya ini playlist Awesome Mix Volume 5. Jadi dua bulan kemarin saya cuma mendengarkan album ini dan belum bosan, kecuali kalau liat muka penyanyinya ya.
  • 10 tembang dari Slim Shady alias Eminem. Lagunya kebanyakan lagu lama sih, dari album The Slim Shady LP, The Marshal Mathers LP dan The Eminem Show. Yah itung-itung mengenang jaman SMP waktu masih pinjem kaset Eminem ke temen sebangku buat didengerin sambil belajar bahasa Inggris di sampul kasetnya.
  • 6 tembang Red Hot Chilli Peppers. Ini juga dalam rangka mengenang karena kebanyakan dari album Californication. Yang paling baru cuma lagu Fortune Faded sepertinya. Siapa yang nggak ngefans sama Anthony Kiedis dan kawan-kawan waktu SMP? Sebagai anak nongkrong MTV jaman dulu, RHCP itu band idola bareng sama Incubus, Blink 182 dan Sum 41 ya.
  • 2 tembang dari L’Arc~en~Ciel. Ini band ribet sekali penulisannya, jadi saya copas aja nama bandnya dan tinggal Ctrl + v. Lagu yang masuk cuma dua, Hitomi no Jyuunin yang menjadi salah satu tembang awal perkenalan dengan band ini. Satu lagi berjudul Nexus, secara random dimasukkan untuk menambah warna. Atau kalau kata orang OCD, supaya Hitomi no Jyuunin nggak sendirian di playlist.
  • 6 tembang Scorpions. Dulu jamannya belum bisa bedain mana musiknya Queen dan Scorpions, ini lagu-lagu yang paling saya kenal. Yah semacam Wind of Change, Under The Same Sun, Still Loving You, Holiday, Always Somewhere dan Send Me Angel. Lagu yang nggak pernah bisa bikin bosan.
  • 1 tembang Nirvana. Bukan, bukan Smells Like Teen Spirit. Setelah bertahun-tahun akhirnya bisa move on dari satu-satunya lagu yang familiar dari band ini. Yang saya masukkan playlist adalah Love Buzz. Coba saja dengarkan. Kata Wiki sih ini aslinya lagu milik Shocking Blue asal Belanda, Nirvana cuma bikin versi covernya.
  • 1 tembang The Offspring. Dimasukkan buat penyemangat, judulnya Why You Dont Get A Job.
  • 6 tembang dari KoRn. Pengennya sih masukkin The Brandals, tapi lagi kangen KoRn dan pengen sekali-sekali tertantang ngegeber motor sambil mendengarkan lagu cadas.
  • 4 tembang yang tiba-tiba ada di playlist. Ada Bye bye dari Mariah Carey, Mencintaimu dari The Fly, Pedih dari Last Child dan Lazy Song dari Bruno Mars. Entah dapat dari mana, mungkin ikut terkopi. Tapi terlalu malas untuk menghapus.

Yah semoga playlist ini bisa bertahan 2 bulan kedepan sambil tetap mengkopi lagu milik orang lain untuk menambah perpustakaan musik sendiri.

November 12, 2014 at 12:09 pm Tinggalkan komentar

Setelah Beberapa Bulan Kemudian

Meski berbulan-bulan tidak pernah posting, saya masih rutin membaca ratusan post blogger kawan yang ada di feedly saya. Meski tidak lagi sehingar bingar dulu, masih banyak blogger personal yang masih rutin menerbitkan artikel meski yang rutin ini bukan blogger yang saya kenal secara pribadi. Blogger yang saya kenal secara pribadi kebanyakan dari Komunitas Blogger Benteng Cisadane. Komunitas yang saya pelopori dan pernah saya ketuai ini sedang mati suri, bersama dengan mayoritas anggota-anggotanya.

Bagi blogger angkatan awal saat booming dulu, kegiatan berblogging ria menjadi tidak mudah saat ini. Beralihnya arus media dalam cara emnyampaikan informasi membuat media blogging menjadi pilihan kesekian. Platform lain yang lebih instan dan bising masih menjadi primadona dengan beragam merk. Hal ini membuat pilihan mencari artikel menarik meski mungkin tidak terlalu bermanfaat dlam segi isi tapi menghibur milik blogger semakin sedikit.

Jadilah saat ini tinggal segelintir blogger spartan angkatan lama yang masih rajin posting. Blogger baru memang masih muncul tapi tidak adanya kedekatan secara personal kadang membuat blogger tersebut hanya bisa saya nikmati beberapa artikelnya untuk kemudian terlupa sendiri.

Saat melakukan aktifitas blogwalking melalui kumpulan umpan yang saya punya, mata sepertinya seolah susah untuk mengalihkan dari nama-nama lama yang sudah malas memposting. Nama-nama baru yang secara kuantitas rajin posting akibatnya jarang dilirik dan angka artikel mereka yang semakin bertambah pada akhirnya akan berakhir dengan saya mengklik tombol “Mark all as read” saja tanpa dibaca dan tanpa merasa rugi.

Menarik juga apa yang akan dikatakan oleh Roy Suryo jika harus diminta komentarnya terkait trend blogging saat ini. Mungkin Roy akan tersenyum sambil dalam hati mengatakan “Apa gua bilang bro, ini cuma trend sesaat” dan kemudian menikmati kemenangannya menghadapi para blogger yang dulu ramai menghujat komentarnya dengan mengelap koleksi mobil antiknya.

November 6, 2014 at 1:15 pm Tinggalkan komentar

Setelah Dua Tahun KBBC Kopdar Lagi

Ini adalah postingan bayar hutang. Saya sudah janji mau posting perihal kopdar komunitas bloger Tangerang setelah sekitar 2 tahun mati suri sejak bulan kemarin tapi saya tunda-tunda terus. Berhubung saya sedang melakukan pencitraan sebagai bloger yang kadang-kadang selalu menepati janjinya, jadi inilah laporan kopdar Komunitas Bloger Benteng Cisadane.

Awalnya saya mengendus adanya rencana kopdar yang dihembuskan oleh beberapa anggota di twitter. Kebetulan saya di mensyen gitu deh. Kalo nggak salah yang pertama menghembuskan rencana ini adalah Ramy di tweetnya tanggal 20 Januari 2014, bloger paling irit usianya di KBBC yang sekarang kuliah di Ngalam. Lemparan topik ini langsung ramai dibahas sementara saya cuma stalking. Sampai akhirnya disepakati acara kopdar perdana KBBC setelah vakum selama dua tahun ini adalah 26 Januari 2014 di Mardi Grass, spot hangout di Citra Raya Tangerang yang banyak cabe-cabeannya. Ini mengakomodasi masukan Bgenk yang haus wanita.

Tanggal 26, saya baca di TL kalau jam tiga sore sudah ada Ramy dan Kang Kombor yang di lokasi. Yang lain mbuh belum ada kabarnya sementara saya masih di rumah siap-siap. Saya datang sekitar jam empat sore kurang sedikit. Saya nggak telat karena memang rencananya mau datang jam segitu *colek Kang Kombor*.

Isi acaranya apa? Lha apalagi selain ngobrol ngalor ngidul? Berhubung sudah mau sebulan, saya lupa detailnya apa saja. Intinya KBBC mau dihidupkan lagi, semacam begitulah. Tapi sampe sekarang sih setelah sebulan webnya aja masih berantakan ya :mrgreen:

Yang pasti dari bloger yang datang ada Zanu dan istrinya. Menikahnya Zanu otomatis tinggal menyisakan Bgenk sebagai penyandang Jomblo ngenes di KBBC. Ramy sepertinya juga jomblo, tapi kayaknya punya pacar virtual karakter anime di laptopnya dan itu membuatnya tidak terlihat begitu ngenes. Beda dengan Bgenk yang dari tweet dan postingannya ngenes sekali. Kemudian ada Rosid yang lingkar perut dan volume pipinya semakin membengkak, mungkin efek punya pacar. Nah saya bilang juga apa, punya pacar emang bisa bikin cowok jadi gemuk karena susunya cocok? dan terlihat makmur. Kecuali Andi Sakab ya, terakhir dua tahun lalu saya lihat masih kurus juga meski sudah punya dua anak. Member KBBC yang paling ganteng, Jay Boana berhalangan hadir. Jay saya nasbihkan sebagai member paling ganteng karena Uzanc kayaknya tidak aktif menyambut kopdar ini. Tapi status ganteng Jay saya cabut kalau nantinya dia lebih asyik dengan komunitas blog detik. Catet.

Kemudian ada Kang Kombor yang justru mengurus, tambah kurus maksudnya. Dan merokok lagi kayaknya, tapi saya lupa. Silahkan konfirmasi aja Kang. Seperti biasa Kang Kombor jadi titik pusaran obrolan karena kedalaman ilmunya. Selain itu juga ada Dykapede yang membuka kopdar dengan programnya untuk KBBC. Wess salut sama inisiatifnya, monggo lanjutkan kerjanya. Saya yang sudah purna tinggal mantau aja ya. Ada juga Kang Agush yang kayaknya nggak pernah kehabisan semangat untuk datang tiap ada acara KBBC. Beda sama Eby yang justru nggak datang. Padahal sebelumnya dia sudah koar-koar bersemangat untuk datang dan melakukan diskusi tentang bukunya. Alasannya sih lupa, klasik sekali. Kordinator KBBC Andi Sakab sayangnya masih belum mau aktif kembali, belum stabil katanya. Kondisi geologi Indonesia belakangan ini memang tidak stabil sih. Ada satu lagi yang datang tapi saya lupa namanya karena baru pertama kali lihat, maaf.

Saya sendiri datang bersama istri dan anak saya Alif. Tapi kedua orang terkasih saya malah asyik maen di kids playground gitu.

Kopdar diakhiri setelah maghrib setelah sebelumnya foto-foto bareng dulu tapi lupa untuk bikin absen. Gimana cabe-cabeannya? Saya nggak begitu mantau karena ada radar isteri. Mungkin Bgenk, Ramy, Rosid dan Kang Kombor yang matanya lebih leluasa jelalatan bisa memberikan laporan tersendiri soal ini.

Di kopdar ini saya catat ada beberapa etika kopdar yang lalai dilakukan. Tidak ada absensi, tidak ada sesi perkenalan bagi yang pertama kali datang, tidak ada hasil foto bareng yang dishare, dan tidak ada laporan kopdar dari yang hadir. Jadi kabar kembali turun gunungnya bloger Tangerang kurang terdengar di ranah maya tuh.

Kopdar KBBC berikutnya kapan? Mbuh, mungkin 2016.

Kopdar KBBC 26 Januari 2014 di Mardi Grass

Kopdar KBBC 26 Januari 2014 di Mardi Grass

Februari 20, 2014 at 9:39 am 4 komentar

Saya Sedang Dalam Posisi Yang Kata Orang Ide Dan Inspirasi Mengalir Deras Yakni

Jongkok di kakus, be’ol. Dan ini idenya.

Februari 18, 2014 at 7:23 am 1 komentar

Motor Vespa Alif

Saya belum pernah punya sepeda motor vespa. Alif beruntung sudah punya sepeda motor vespa di umur belum genap dua tahun meski vespa yang dimiliki Alif bukan bikinan pabrikan Italia.

Dan seperti pemilik sepeda motor vespa lainnya, Alif juga harus sering memeriksa kondisi motor vespa nya.

Jadi, kapan ada yang mau ngajak Alif turing?

image

Februari 15, 2014 at 7:34 pm 5 komentar

Pos-pos Lebih Lama


Timeline

KBBC

Bloger Rangers!

Photobucket

Status saya

Networked Blogs

if(typeof(networkedblogs)=="undefined"){networkedblogs = {};networkedblogs.blogId=207085;networkedblogs.shortName="payjo";}

Arsip

Feeds


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 253 pengikut lainnya.