Sumpah aku sayang kamu

Sumpah..

Sumpah aku nggak butuh Riyanni Djangkaru untuk sekedar membebaskan jiwa petualanganku dulu.

Dari kamu aku bertualang tentang emosi dan perasaan.

Sumpah aku nggak butuh seorang Sherina yang pinter itu.

Karena berkat kamu soal ekplorasi perasaan kini aku semakin banyak tahu.

Bahkan aku ga butuh Aura Kasih deng kesemlohayannya itu.

Sumpah aku g butuh, karena kamu cukup buat aku. Cukup kamu.

Toh seandainya pun ada sosok perempuan sepintar Sherina, seseksi Aura Kasih dan mempesona Riyanni Djangkaru dijadikan satu, pasti nggak bakal mau sama aku.

 Cukup kamu sayang, cukup kamu.

Prosesnya sakit dan berliku, 2 tahun bukan sekedar waktu yang begitu saja berlalu. Bukan begitu?

Masih ingat analogiku tentang pelangi dan kamu? Iya, tentang perasaan dan Mejikuhibiniu itu.

Tentang aku yang mengharu biru larut di warnamu itu.

Tentang kesalahan yang seringnya membuat warnamu kelabu.

Terlepas dari semua tulisan ini yang semuanya berakhiran ‘U’, terlepas dari semua kesalahan di masa lalu..

Mari sayang kita kembali satu.

3 kata yang biasanya di depan orang banyak aku malu kalo bilang ke kamu, dengan mantap aku bilang. Aku sayang kamu.

9 comments Oktober 16, 2009

20-27 September 2009: Pesimis dan masa depan

Beberapa jam yang lalu ketika tertidur saya melakukan obrolan dengan teman imajiner saya. Soal hidup, soal pePesimismikiran-pemikiran dan segala macam persoalan yang setia menghimpit dada.  Sayangnya begitu terbangun saya lupa secara detail apa saja yang kami obrolkan.

Beberapa hari ini saya banyak berfikir. Tentang saya dan eksistensinya bagi beberapa orang yang ada di sekeliling saya, peranan saya buat mereka. Dalam lingkup yang kecil, saya merasa bahwa saya sudah terlalu banyak menyia-nyiakan banyak waktu saya untuk sesuatu yang tidak beguna.  Dan saya larut dalam kondisi seperti itu. Tidak berusaha untuk keluar walaupun jauh di hati kecil saya menyadari ini tidak baik untuk saya. Bukan sesuatu yang tidak saya inginkan memang.

Saya kurang bisa memotivasi diri dan alangkah keparatnya karena saya juga susah untuk dimotivasi orang lain. Entah berapa banyak teman yang peduli memberikan semangat dan nasehat yang esok hari langsung lupa karena gencarnya fitur autodelete bekerja di kepala.

Sekarang saya seperti Ikal di Sang Pemimpi yang menyaksikan dirinya sendiri sedang mencuci piring di kedai makan Pasar Manggai ketika berangkat sekolah. Saya melihat bayangan masa depan saya sendiri dalam keadaan menyedihkan.

Kalau Ikal punya Arai sebagai penyemangat, saya dengan kompleksitas sifat pesimis ini punya siapa ya?

9 comments September 27, 2009

13 September 2009: Peragu

doubterBagi saya yang seorang peragu dan pelupa, memastikan dengan cara mengecek dan menanyakan segala sesuatu hal yang sekiranya belum saya yakini adalah keharusan. Walau seringnya saya lupa untuk memastikan keragu-raguan yang sedang saya alami.

Jam 15:30 saya menyempatkan diri pulang ke rumah. Karisma saya pacu melewati Jl. Serpong karena ada acara buka bersama teman-teman Riri. Mandi di rumah yang sedang kosong, mengharapkan percakapan tapi dengan siapa? Pulangnya berbuka, saya menyempatkan diri mengobrol dengan Umi. Di umurnya yang separuh abad, jelas sekali umi menampilkan sikap sabar dengan kondisi yang ada. Sejak dulu. Dan kepedulian dan rasa welasnya terhadap cucunya, anak bungsunya lewat cerita-ceritanya menyiratkan bahwa saya punya prioritas lain dibanding membeli motor. Walau mungkin beliau tidak bermaksud begitu.

Dan keriput tangannya ketika saya cium untuk pamit cukup untuk menggoyahkan niatan saya.

*Saya rasa saya kehilangan sense of humor ketika menulis.

16 comments September 13, 2009

Previous Posts


KBBC

Bloger Rangers!

Photobucket

Saya masih perjaka!!

Mari ngeblog

Status saya

Top Posts

a

Tulisan Terakhir

Komentar Terakhir

Cerita Cerita Ku di About Payjo
nunk di About Payjo
Cara Membuat Blog di 20-27 September 2009: Pesimis …
nganu di Nganu
nunk di Payjo adalah

Arsip

Daftar Blog

Feed