Komoditi Mewah

“Bun, ayah pengen deh punya waktu 2-3 jam setiap malam menjelang tidur untuk sendiri duduk didepan layar, mengetik sesuatu. Yah setelah kamu sama Alif udah pada tidur. Supaya keinginan menulis yang selalu muncul di kepala saat naik motor atau angkot dari kantor ke rumah bisa tertuang ke bentuk tulisan. Karena dikantor susah untuk  bisa menulis tanpa gangguan. Suasana malam yang sepi adalah suasana paling enak buat menulis, ditemani kopi. Suasana yang mendukung buat menulis buat ayah udah jadi komoditi mewah, susah diraih. Gimana menurut bunda?”.

“Helloo…..tiap malem jam setengah sepuluh aja kamu udah tidur duluan ninggalin aku sama Alif”.

“Iya sih”. #nyengirkuda

Obrolan imajiner, yah setidaknya menggambarkan soal dilema antara meluangkan waktu buat menulis dan badan yang tak lagi mampu menahan kantuk.

3 thoughts on “Komoditi Mewah

  1. Payjo November 29, 2016 / 3:01 pm

    Ini postingan koq cengeng banget sih.

  2. tuaffi November 29, 2016 / 8:25 pm

    hahaha… ini saya dulu pernah usul begitu sama suami. Kalau sudah aktifitasnya semuanya selesai, pengen belajar toefl bareng sebelum tidur buat lanjut S2. Tapi gagal maning gagal maning.😀😀

    • Payjo November 30, 2016 / 5:05 pm

      Tidur adalah koentji.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s